Arti Kata "keranta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keranta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keranta

ke·ran·ta ark n kutu yg tampak pd tubuh orang yg (akan) mati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keranta"

📝 Contoh Penggunaan kata "keranta" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, kutu keranta digunakan sebagai tanda bahwa seseorang telah wafat.
2.Dalam proses autopsi, dokter harus berhati-hati agar tidak menyebabkan terjadinya kutu keranta pada tubuh korban.
3.Pada abad ke-14, kutu keranta menjadi simbol kehancuran dan kematian dalam beberapa lukisan abad pertengahan.
4.Penelitian tentang kutu keranta telah memberikan wawasan tentang proses kematian dan penguraian tubuh.
5.Kutu keranta yang muncul pada tubuh orang yang meninggal adalah salah satu tanda bahwa proses kematian telah terjadi.

📚 Artikel terkait kata "keranta"

Mengenal Kata 'keranta' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keranta" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Konteks

Kata "keranta" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "keranta" merujuk pada kutu yang tampak pada tubuh orang yang (akan) mati. Makna ini terkait dengan fenomena alam yang menakutkan, yaitu kutu yang menghuni tubuh mayat. Dalam konteks sejarah dan sosial, "keranta" sering digunakan sebagai simbol kekacauan dan kehancuran.

Penggunaan dalam Kalimat

Kata "keranta" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan situasi yang tidak diinginkan. Contohnya, "Kutu keranta yang muncul pada tubuh orang yang meninggal adalah tanda bahwa penyakitnya telah parah." Atau, "Ketika melihat keranta pada tubuh mayat, saya merasa takut dan tidak nyaman." Contoh lainnya, "Dalam mitos lama, keranta dianggap sebagai kutu yang menghantui dan menyebabkan kematian."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun kata "keranta" memiliki makna yang tidak menyenangkan, namun ia tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, "keranta" sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan situasi yang tidak terkendali. Misalnya, "Projek itu seperti kutu keranta yang sulit dikendalikan, membuat kita merasa terjepit dan tidak tahu arah." Atau, "Saat ini, kita sedang menghadapi situasi yang seperti keranta, dimana setiap keputusan yang diambil hanya membuat masalah semakin parah."