Arti Kata "keropeng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keropeng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keropeng

ke·ro·peng /keropéng/ n kerak (kotoran) yg mengering pd luka (kudis dsb);
me·nge·ro·peng v mengambil keropeng (dr luka dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keropeng"

📝 Contoh Penggunaan kata "keropeng" dalam Kalimat

1.Kedokteran biasanya mengangkat keropeng dari luka pasien untuk mencegah infeksi.
2.Mahasiswa kuliah kedokteran harus mahir mengangkat keropeng dan membersihkan luka.
3.Pada zaman dulu, orang-orang percaya bahwa jadian hantu dapat terjadi karena adanya keropeng di tubuh seseorang.
4.Pengangkatan keropeng adalah proses yang sangat penting dalam perawatan luka yang terinfeksi.
5.keropeng yang terdapat di kulit pasien harus diangkat dengan hati-hati untuk mencegah perdarahan.

📚 Artikel terkait kata "keropeng"

Mengenal Kata 'keropeng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keropeng" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keropeng" seringkali tidak terucapkan dengan jelas, karena tidak semua orang mengenal artinya. Namun, di dalam kamus bahasa Indonesia, kata "keropeng" memiliki makna yang cukup spesifik. "Keropeng" secara harfiah berarti kerak atau kotoran yang mengering pada luka atau kudis. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang tidak sehat atau terinfeksi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "keropeng" dalam konteks medis. Misalnya, seseorang mengalami infeksi kulit dan akhirnya berkembang menjadi "keropeng" yang harus disingkirkan dengan perawatan medis yang tepat. Atau, seseorang yang baru saja terinfeksi kudis dan harus melepaskan "keropeng" kudis tersebut sebelum bisa pulih. Keropeng juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang baru saja mengalami kehilangan dan harus melepaskan "keropeng" dari masa lalu sebelum bisa melanjutkan kehidupannya. Atau, seseorang yang baru saja mengalami konflik dan harus melepaskan "keropeng" dari emosi negatif sebelum bisa pulih. Dalam budaya Indonesia modern, kata "keropeng" memiliki makna yang lebih simbolis. Misalnya, seseorang yang baru saja mengalami kehilangan dapat menggunakan kata "keropeng" untuk menggambarkan perasaan sedih dan kehilangan yang mereka rasakan. Atau, seseorang yang baru saja mengalami konflik dapat menggunakan kata "keropeng" untuk menggambarkan proses melepaskan emosi negatif dan memulihkan diri. Dalam keseluruhan, kata "keropeng" memiliki makna yang cukup luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dari makna harfiah hingga makna simbolis, kata "keropeng" dapat digunakan untuk menggambarkan proses melepaskan diri dari hal-hal yang tidak baik dan memulihkan diri.