Arti Kata "nifak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nifak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nifak

ni·fak a munafik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nifak"

📝 Contoh Penggunaan kata "nifak" dalam Kalimat

1.Dia dituduh sebagai seorang nifak karena sering berbohong kepada masyarakat.
2.Perilaku seorang nifak dalam organisasi seringkali menyebabkan kehilangan kepercayaan anggota lain.
3.Dalam novel tersebut, karakter utama digambarkan sebagai seorang nifak yang tidak bisa dipercaya.
4.Tindakan nifak seperti ini dapat merusak reputasi dan kepercayaan diri seseorang.
5.Pendidikan moral harus mengajarkan anak-anak untuk tidak menjadi nifak dan berbohong kepada orang lain.

📚 Artikel terkait kata "nifak"

Mengenal Kata 'nifak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "nifak" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Sejarah

Kata "nifak" memiliki makna yang sangat dalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, nifak diartikan sebagai tidak beriman atau berpura-pura beriman. Kata ini memiliki akar yang kuat dalam sejarah dan budaya Indonesia, terutama dalam konteks agama Islam. Dalam era kolonial, kata nifak sering digunakan untuk menjelaskan perilaku orang-orang yang berpura-pura beriman kepada agama Islam untuk kepentingan pribadi atau politik.

Penggunaan Kata "nifak" dalam Kalimat Alami

Kata "nifak" sering digunakan dalam kalimat alami untuk menggambarkan perilaku orang yang berpura-pura beriman. Misalnya, "Dia dianggap sebagai seorang nifak karena selalu mengucapkan kalimat-kalimat beriman di depan umum, tapi di belakangnya dia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama." Atau, "Dia pernah dianggap sebagai seorang nifak karena berpura-pura beriman untuk mendapatkan keuntungan pribadi."

Relevansi Kata "nifak" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "nifak" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks politik dan sosial. Pada era modern, kata nifak sering digunakan untuk menggambarkan perilaku politikus atau tokoh publik yang berpura-pura berbicara tentang kepentingan rakyat, tapi sebenarnya melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan rakyat. Dengan demikian, kata "nifak" tetaplah sebagai kata yang sangat penting dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan perilaku yang tidak beriman atau berpura-pura beriman.