Arti Kata "klitoris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "klitoris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

klitoris

kli·to·ris n Anat daging atau gumpal jaringan kecil yg terdapat pd ujung atas lubang kemaluan perempuan; kelentit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "klitoris"

📝 Contoh Penggunaan kata "klitoris" dalam Kalimat

1.Dokter menjelaskan tentang struktur anatomi kulit klitoris yang sensitif dan mudah teriritasi.
2.Dalam artikel ilmiah, peneliti mempelajari fungsi klitoris dalam proses seksualitas manusia.
3.klitoris adalah bagian dari sistem reproduksi perempuan yang sangat sensitif dan perlu perawatan dengan hati-hati.
4.Pada saat itu, dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah klitoris telah terluka atau tidak.
5.Dalam beberapa kasus, klitoris dapat berkembang menjadi lebih besar dan perlu perawatan medis untuk menghindari komplikasi.

📚 Artikel terkait kata "klitoris"

Mengenal Kata 'klitoris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "klitoris" - Inspirasi untuk Kesehatan Reproduksi

Kata "klitoris" seringkali dianggap sebagai kata yang tidak nyaman dibahas di masyarakat Indonesia. Namun, dalam konteks anatomis dan kebidanan, klitoris adalah bagian penting dari sistem reproduksi perempuan. Menurut KBBI, klitoris adalah kli·to·ris n Anat, yaitu daging atau gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung atas lubang kemaluan perempuan, atau kelentit. Sejarahnya, kata klitoris telah ada sejak lama dan telah digunakan dalam berbagai konteks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks medis, klitoris adalah bagian yang sangat sensitif dan penting dalam proses seksual. Dalam konteks sosial, klitoris masih dianggap sebagai topik yang tabu, namun hal ini sedang berubah karena kesadaran akan kesehatan reproduksi perempuan semakin meningkat. Dalam kalimat sehari-hari, kata klitoris dapat digunakan seperti ini: "Pengaruh klitoris dalam proses seksual sangatlah penting bagi kesehatan perempuan." atau "Dokter melakukan pemeriksaan pada klitoris untuk mengidentifikasi masalah pada sistem reproduksi." Dalam contoh lain, "Kesehatan reproduksi perempuan sangatlah penting untuk dijaga, terutama bagian klitoris yang sangat sensitif." Hal ini menunjukkan bahwa kata klitoris dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi tetap penting dalam kesehatan reproduksi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata klitoris telah menjadi lebih umum digunakan dalam konteks kesehatan reproduksi. Dalam budaya Indonesia modern, kesadaran akan kesehatan reproduksi perempuan semakin meningkat, sehingga kata klitoris tidak lagi dianggap sebagai topik yang tabu. Selain itu, kata klitoris juga digunakan dalam konteks pendidikan dan edukasi, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi perempuan.