Arti Kata "psikolepsi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "psikolepsi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

psikolepsi

psi·ko·lep·si /psikolépsi/ n Dok keadaan yg dicirikan oleh perubahan perasaan secara tiba-tiba

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "psikolepsi"

📝 Contoh Penggunaan kata "psikolepsi" dalam Kalimat

1.Seorang pasien tersebut menderita psikolepsi akibat stres yang berkepanjangan.
2.Mengalami perubahan perasaan secara tiba-tiba menandakan bahwa dia mungkin mengalami psikolepsi.
3.Dokter menemukan bahwa pasien tersebut mengalami psikolepsi yang disebabkan oleh trauma masa lalu.
4.Seorang pengacara menerima kasus pasien yang mengalami psikolepsi akibat perceraian yang tidak terduga.
5.Dokter menyarankan pasien untuk melakukan terapi untuk mengatasi psikolepsi yang dialaminya.

📚 Artikel terkait kata "psikolepsi"

Mengenal Kata 'psikolepsi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "psikolepsi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "psikolepsi" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tapi maknanya sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dok keadaan yang dicirikan oleh perubahan perasaan secara tiba-tiba, psikolepsi sering kali dialami oleh seseorang yang mengalami stres, kecemasan, atau kekecewaan. Dalam konteks historis, psikolepsi dipahami sebagai suatu kondisi mental yang dapat mempengaruhi seseorang secara signifikan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata psikolepsi dalam kalimat yang alami: Saya mengalami psikolepsi selama beberapa hari setelah kehilangan pekerjaan saya. Orang tua saya pernah mengalami psikolepsi karena kehilangan pasangan hidupnya. Kita semua mungkin pernah mengalami psikolepsi pada suatu saat dalam hidup kita. Dalam kehidupan sehari-hari, psikolepsi dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti kesulitan dalam hubungan asmara, kegagalan dalam karier, atau bahkan kehilangan harta benda. Dalam budaya Indonesia modern, psikolepsi seringkali dianggap sebagai suatu hal yang tidak terduga, tapi sebenarnya psikolepsi dapat diprediksi dan dihindari dengan lebih baik jika kita memiliki kemampuan untuk mengenali tanda-tanda dan mengelola stres. Dengan demikian, kita dapat lebih siap menghadapi psikolepsi dan menyelamatkan diri dari dampak negatifnya.