Arti Kata "kolostrum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kolostrum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kolostrum

ko·los·trum n air susu yg berwarna kekuning-kuningan yg keluar beberapa hari setelah bersalin, banyak mengandung zat telur tertentu dan zat antikuman yg sangat berguna bagi bayi; air susu jolong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kolostrum"

📝 Contoh Penggunaan kata "kolostrum" dalam Kalimat

1.kolostrum berfungsi sebagai pelindung pertama bayi terhadap infeksi.
2.Ibu perlu memberikan kolostrum kepada bayinya dalam jumlah yang cukup.
3.Bayi yang mendapatkan kolostrum akan lebih kuat melawan penyakit.
4.kolostrum kaya akan antibodi yang berguna bagi bayi baru lahir.
5.Mengonsumsi kolostrum dalam jumlah yang tepat dapat membantu meningkatkan imun.

📚 Artikel terkait kata "kolostrum"

Mengenal Kata 'kolostrum' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kolostrum" - Inspirasi dan Motivasi

Kata kolostrum mungkin tidak asing lagi bagi para orang tua yang baru memiliki anak atau bagi mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang proses kelahiran dan perawatan bayi. Kolostrum, atau air susu jolong, adalah cairan berwarna kekuning-kuningan yang keluar beberapa hari setelah bersalin dan mengandung zat-zat penting seperti imunoglobulin yang dapat melindungi bayi dari infeksi. Dalam sejarah, kolostrum dikenal sebagai air susu jolong atau air susu pertama yang dihasilkan oleh ibu setelah bersalin. Cairan ini sangat penting karena mengandung sel-sel imun yang dapat melindungi bayi dari infeksi dan membantu mengembangkan sistem imun bayi. Banyak dokter dan ahli kesehatan menyarankan agar ibu menyusui bayi dengan kolostrum karena kegunaannya yang sangat besar bagi kesehatan bayi. Misalkan, kita ingin menggambarkan proses kelahiran dan perawatan bayi dengan kata kolostrum. Maka, kita dapat membaca kalimat seperti: "Setelah melahirkan, ibu memerlukan waktu untuk memproduksi kolostrum yang kaya akan nutrisi dan imun untuk melindungi bayinya." Atau, "Ibu dapat memberikan kolostrum kepada bayinya sebagai cara untuk memulai proses menyusui." Dalam kehidupan sehari-hari, kolostrum memiliki peran penting dalam budaya Indonesia modern. Banyak ibu di Indonesia yang masih menjaga tradisi menyusui bayi dengan kolostrum, dan banyak ahli kesehatan yang menyarankan agar ibu tidak lupa untuk memberikan kolostrum kepada bayinya. Dengan demikian, bayi dapat tumbuh dengan sehat dan kuat, serta memiliki sistem imun yang baik untuk melawan infeksi.