Arti Kata "lakab" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lakab" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lakab

la·kab n gelar (sbg kehormatan atau ejekan);
me·la·kab·kan v memberi gelar (nama) terutama kpd raja yg telah mangkat atau turun takhta

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lakab"

📝 Contoh Penggunaan kata "lakab" dalam Kalimat

1.Pemerintah memberi gelar "Laksamana" kepada jenderal yang terbaik di negara ini.
2.Ketua komunitas memberikan lakab "Paman Sakti" kepada seorang anggota yang sangat dihormati.
3.Dalam sastra Indonesia, lakab "Gajah Mada" digunakan untuk menghormati seorang pahlawan nasional.
4.Di kalangan pelajar, ada lakab "Si Cerdik" untuk menggambarkan sifat seorang teman yang pintar dan cerdas.
5.Masyarakat memberikan lakab "Si Pemuda" kepada seorang pemuda yang selalu bersemangat dan berjuang untuk perubahan positif.

📚 Artikel terkait kata "lakab"

Mengenal Kata 'lakab' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lakab" - Gelar Kehormatan atau Ejekan

Kata "lakab" memiliki makna yang sangat luas dalam Bahasa Indonesia. Secara resmi, "lakab" berarti gelar (sbg kehormatan atau ejekan) yang diberikan kepada seseorang, terutama kepada raja yang telah mangkat atau turun takhta. Dalam konteks historis, kata "lakab" sering digunakan untuk menggambarkan gelar-gelar kehormatan yang diberikan kepada para penguasa atau tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kata "lakab" juga dapat digunakan untuk merujuk kegelapan atau keburukan seseorang, menjadi ejekan yang dapat membuat seseorang merasa malu atau malu-malu. Contoh penggunaan kata "lakab" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - "Raja tersebut menerima lakab sebagai penghargaan atas jasanya bagi negara." (disini, "lakab" adalah gelar kehormatan) - "Dia dikenal dengan lakab 'Raja Penipu' karena keburukannya dalam pemerintahan." (disini, "lakab" adalah ejekan) Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lakab" masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam budaya Indonesia modern, kata "lakab" digunakan untuk menggambarkan kepribadian atau kebiasaan seseorang. Contoh lain, dalam dunia hiburan, kata "lakab" digunakan untuk menggambarkan karakter atau kekuatan seseorang dalam perfilman atau komedi. Dalam kesimpulan, kata "lakab" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dari gelar kehormatan hingga ejekan, kata "lakab" dapat digunakan untuk menggambarkan kepribadian, keburukan, atau kehormatan seseorang.