Arti Kata "lanhir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lanhir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lanhir

lan·hir n cak tuan tanah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lanhir"

📝 Contoh Penggunaan kata "lanhir" dalam Kalimat

1.lanhir memiliki hak untuk mengelola tanahnya sendiri tanpa gangguan.
2.Sebagai lanhir, dia harus menjaga kebersihan dan keamanan di atas tanahnya.
3.Pada abad ke-14, lanhir menjadi istilah yang umum digunakan di masyarakat.
4.Sebagai lanhir, dia harus menghormati hak-hak petani yang bekerja di tanahnya.
5.lanhir di daerah pedesaan sering kali memiliki peran penting dalam masyarakat setempat.

📚 Artikel terkait kata "lanhir"

Mengenal Kata 'lanhir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lanhir" - Hak Asasi Pemilik Tanah

Kata "lanhir" seringkali ditemui dalam konteks hukum dan hak asasi. Menurut KBBI, lanhir adalah kata benda yang berarti cak tuan tanah. Kata ini memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu sebagai pemilik atau hakim atas tanah. Sejarah kata "lanhir" dapat dilacak kembali ke masa lalu, ketika sistem peradilan dan hukum masih sangat sederhana. Pada masa itu, lanhir berfungsi sebagai pengadilan untuk menyelesaikan sengketa tanah dan hak milik. Dalam konteks ini, lanhir memiliki wewenang untuk mengadili dan menetapkan hak-hak atas tanah. Contoh penggunaan kata lanhir dalam kalimat alami: - Lanhir desa setempat mengadili sengketa tanah antara warga desa. - Pemilik tanah harus meminta ijin dari lanhir desa sebelum membangun rumah di atas tanah tersebut. - Lanhir adat memiliki wewenang untuk mengatur dan mengadili sengketa tanah di kampungnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata lanhir masih relevan digunakan untuk mengacu pada pemilik atau hakim atas tanah. Namun, dalam konteks modern, istilah ini lebih sering digantikan dengan kata "pemilik" atau "hakim". Meskipun demikian, lanhir masih merupakan kata yang penting dalam sistem hukum dan peradilan tradisional di Indonesia.