Arti Kata "namun" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "namun" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

namun

na·mun p kata penghubung antarkalimat untuk menandai perlawanan; tetapi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "namun"

📝 Contoh Penggunaan kata "namun" dalam Kalimat

1.Saya menghadapi tantangan yang sulit, namun saya tidak akan menyerah.
2.Guru mengatakan bahwa saya harus menyelesaikan pekerjaan sebelum belajar main game, tetapi saya tidak bisa menahan diri.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering melihat orang-orang yang berbeda pendapat, tetapi mereka masih bisa berbicara dengan santai.
4.Pemerintah menetapkan peraturan baru, namun banyak orang yang tidak mau mengikuti peraturan tersebut.
5.Dosen mengatakan bahwa saya harus memahami konsep yang kompleks, tetapi saya masih belum paham.

📚 Artikel terkait kata "namun"

Mengenal Kata 'namun' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "namun" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Sejarah Kata "namun"

Kata "namun" dalam bahasa Indonesia memiliki makna sebagai kata penghubung antarkalimat untuk menandai perlawanan atau pengecualian. Kata ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu "namelijk", yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia pada zaman kolonial. Kata "namun" sering digunakan untuk menandai perubahan arah atau untuk mengecualikan suatu hal. Dalam konteks sejarah, kata "namun" menjadi kata yang sangat penting dalam komunikasi formal, terutama dalam bahasa akademis atau bahasa pemerintahan.

Contoh Penggunaan Kata "namun" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "namun" dalam kalimat yang alami: * Aku sangat senang hari ini, namun aku harus pergi ke kantor besok pagi. * Aku ingin membeli mobil baru, namun aku tidak memiliki uang yang cukup. * Aku suka makan nasi goreng, namun aku tidak suka makan sayuran. Dalam contoh-contoh di atas, kata "namun" digunakan untuk menandai perlawanan atau pengecualian. Kata ini membantu menghubungkan kalimat utama dengan kalimat sekunder, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.

Relevansi Kata "namun" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "namun" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi formal atau non-formal. Dalam bahasa sehari-hari, kata "namun" digunakan untuk menandai perubahan arah atau untuk mengecualikan suatu hal. Kata ini juga digunakan dalam bahasa formal, seperti dalam surat formal atau dalam presentasi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "namun" menjadi kata yang sangat penting dalam komunikasi, sehingga pengetahuan mengenai arti dan fungsi kata ini sangatlah penting.