Arti Kata "legitimaris" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "legitimaris" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

legitimaris

le·gi·ti·ma·ris /légitimaris/ n Huk orang yg dinyatakan sah menurut ketentuan undang-undang untuk menerima warisan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "legitimaris"

📝 Contoh Penggunaan kata "legitimaris" dalam Kalimat

1.Setelah meneliti definisi dan penggunaan kata "legitimaris" dalam bahasa Indonesia, saya tidak menemukan informasi yang jelas tentang penggunaan kata tersebut. Namun, berdasarkan definisi Anda, saya akan mencoba membuat kalimat-kalimat yang sesuai dengan pengertian "legitimaris" sebagai orang yang dinyatakan sah menurut ketentuan undang-undang untuk menerima warisan.
2.Pada sidang warisannya, hakim menetapkan dia sebagai pewaris sah dan legitimaris.
3.Dia ditetapkan sebagai legitimaris waris karena telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh undang-undang.
4.Pengadilan menetapkan dia sebagai legitimaris dan memutuskan untuk mengalihkan hak warisnya.
5.Sebagai legitimaris waris, dia memiliki hak untuk menerima harta warisan dari ayahnya yang telah meninggal.

📚 Artikel terkait kata "legitimaris"

Mengenal Kata 'legitimaris' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Legitimaris" dalam Hukum Warisan

Dalam bahasa Indonesia, kata legitimaris memiliki arti resmi sebagai "huk orang yg dinyatakan sah menurut ketentuan undang-undang untuk menerima warisan." Kata ini memiliki konteks historis yang terkait dengan peraturan hukum warisan, yang telah berkembang seiring perubahan zaman dan perundang-undangan. Kata legitimaris memiliki makna yang spesifik dalam konteks hukum warisan. Seseorang yang diakui sebagai legitimaris berhak menerima warisan menurut ketentuan undang-undang. Hal ini berbeda dengan orang lain yang tidak diakui sebagai legitimaris dan tidak memiliki hak waris. Dalam prakteknya, kata legitimaris sering digunakan dalam konteks hukum warisan untuk menentukan siapa yang berhak menerima warisan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata legitimaris dalam kalimat yang alami: - "Ayah saya meninggal dan meninggalkan warisan yang besar, tetapi saya tidak bisa menerima warisan itu karena saya tidak diakui sebagai legitimaris oleh ibu saya." - "Saya telah mengajukan permohonan untuk menjadi legitimaris dalam warisan ayah saya, tetapi proses yang panjang dan rumit." - "Sebagai legitimaris warisan, saya berhak menerima sebagian besar harta warisan ayah saya." Dalam kehidupan sehari-hari, kata legitimaris memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks hukum warisan. Orang yang diakui sebagai legitimaris berhak menerima warisan menurut ketentuan undang-undang, yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial.