Arti Kata "lembok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lembok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lembok

lem·bok /lémbok/ a suka memberi (memakai) lebih dr yg patut; boros; royal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lembok"

📝 Contoh Penggunaan kata "lembok" dalam Kalimat

1.Dia suka memberi lebih dr yg patut, sehingga seringkali boros dalam menggunakan uang.
2.Ia dikenal sebagai lembok karena selalu membelanjakan lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
3.Pada awalnya, lembok adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan makan yang berlebihan.
4.Dalam konteks sosial, lembok seringkali dianggap sebagai kelakuan yang tidak etis dan tidak pantas.
5.Dalam sejarah, lembok juga digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan kekuasaan yang berlebihan dan tidak proporsional.

📚 Artikel terkait kata "lembok"

Mengenal Kata 'lembok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lembok" - Suka Memberi Lebih daripada Patut

Kata "lembok" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan orang yang suka memberikan lebih dari yang patut, boros, atau terkesan royal. Dalam konteks sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam lagi, menggambarkan sifat manusia yang tidak bisa menentukan batasan. Kata lembok dapat dipahami sebagai sifat yang tidak dapat diatasi oleh seseorang, sehingga membuatnya menjadi sumber masalah bagi orang lain. Lembok dalam konteks sejarah dan sosial dapat dipahami sebagai sifat yang tidak dapat diubah, seperti sifat suka memberi lebih daripada yang patut. Dalam masyarakat tradisional, sifat lembok seringkali dianggap sebagai kelemahan yang perlu diatasi. Namun, dalam konteks modern, sifat lembok dapat dipahami sebagai kelebihan yang membuat seseorang menjadi orang yang lebih baik. Contoh penggunaan kata lembok dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Ayahku suka lembok, dia selalu memberikan lebih dari yang patut kepada teman-temannya." Atau, "Dia terkesan lembok karena membeli makanan yang mahal hanya untuk kebutuhan sehari-hari." Dalam kedua contoh tersebut, kata lembok digunakan untuk menggambarkan sifat orang yang suka memberikan lebih daripada yang patut. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat lembok dapat dipahami sebagai sifat yang positif. Sifat ini dapat membuat seseorang menjadi orang yang lebih baik dan lebih peduli dengan orang lain. Namun, perlu diingat bahwa sifat lembok juga dapat menjadi sumber masalah jika tidak terkendali. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kesadaran akan sifat lembok dan mencoba mengatasi kelemahan tersebut.