Arti Kata "lidah tergalang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lidah tergalang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lidah tergalang

tidak dapat menolak permintaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lidah tergalang"

📝 Contoh Penggunaan kata "lidah tergalang" dalam Kalimat

1.Di lingkungan masyarakat tradisional, anak muda lidah tergalang atas ajakan leluhur untuk melaksanakan adat istiadat.
2.Sebagai murid, siswa harus lidah tergalang pada guru dan mengikuti setiap instruksi yang diberikan.
3.Pada masa pemerintahan kolonial, rakyat lidah tergalang atas perintah penjajah untuk menyerahkan sumber daya alam.
4.Seorang hakim harus lidah tergalang terhadap hukum dan tidak boleh memihak kepada salah satu pihak dalam peradilan.
5.Dalam konteks sosial, seorang teman yang baik harus lidah tergalang atas undangan temannya untuk menghadiri acara keluarga.

📚 Artikel terkait kata "lidah tergalang"

Mengenal Kata 'lidah tergalang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lidah Tergalang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lidah tergalang" sering digunakan dalam konteks perilaku sosial di masyarakat, khususnya di Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak dapat menolak permintaan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kepentingan sendiri. Dalam konteks ini, lidah tergalang diartikan sebagai kemampuan untuk berbicara atau menyetujui suatu keputusan meskipun tidak sepenuhnya setuju. Dalam sejarah, kata lidah tergalang juga memiliki makna yang lebih dalam. Di masa lalu, seseorang yang memiliki lidah tergalang dianggap sebagai orang yang tidak memiliki prinsip atau harga diri. Mereka lebih memilih untuk menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain daripada menentukan keputusan sendiri. Dalam budaya Indonesia, lidah tergalang sering dihubungkan dengan konsep "bakti" atau "kesetiaan" terhadap atasan atau orang yang lebih tinggi. Contoh penggunaan kata lidah tergalang dalam kalimat yang alami adalah: * Saya tidak suka menonton film itu, tapi saya harus menonton karena teman saya mengajak saya. * Ibu meminta saya untuk membersihkan rumah, tapi saya tidak ingin melakukan itu. * Anak saya tidak ingin pergi ke sekolah, tapi saya harus membawanya karena saya tidak memiliki pilihan lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata lidah tergalang memiliki relevansi yang signifikan. Mereka yang memiliki lidah tergalang sering dianggap sebagai orang yang tidak memiliki kemandirian atau keberanian untuk membuat keputusan sendiri. Namun, dalam beberapa kasus, lidah tergalang juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk bekerja sama atau menyelesaikan masalah bersama-sama. Dalam budaya Indonesia, lidah tergalang sering dihubungkan dengan konsep "musyawarah" atau "kesepakatan" antara orang-orang yang memiliki kepentingan yang berbeda.