Arti Kata "lulum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lulum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lulum

lu·lum v, me·lu·lum v menjilat-jilat (jari dsb); mengulum: ~ jari sesudah makan durian atau manisan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lulum"

📝 Contoh Penggunaan kata "lulum" dalam Kalimat

1.Ibu meminta anaknya mengulum sirih sebelum makan sebagai tanda menghormati orang tua.
2.Ketika makan durian, dia tidak sabar untuk mengulum jari karena rasa asamnya yang sangat kuat.
3.Seorang budayawan berpendapat bahwa mengulum sirih adalah salah satu ritual yang masih ada hingga hari ini.
4.Anak kecil itu terlihat sedang mengulum jari setelah makan buah durian yang sangat manis.
5.Dalam budaya tertentu, mengulum sirih dianggap sebagai tanda kehormatan dan kesopanan.

📚 Artikel terkait kata "lulum"

Mengenal Kata 'lulum' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lulum" - Menghilangkan Rasa Manis yang Tidak Diinginkan

Kata "lulum" dalam Bahasa Indonesia memiliki makna yang unik dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Secara harfiah, lulum berarti menjilat-jilat atau mengulum jari, biasanya setelah makan makanan manis seperti durian atau gula. Praktik ini dilakukan untuk menghilangkan rasa manis yang tidak diinginkan dari jari tangan. Lulum adalah cara tradisional yang masih dipraktikkan oleh banyak orang, terutama di pedesaan. Mereka percaya bahwa lulum dapat membantu menghilangkan rasa manis yang tidak diinginkan dan membuat jari tangan tetap fresh. Bahkan, beberapa orang percaya bahwa lulum dapat membantu mengurangi risiko munculnya luka atau infeksi pada jari tangan. Contoh penggunaan kata "lulum" dalam kalimat alami adalah: "Setelah makan durian, aku harus lulum jari tangan saya untuk menghilangkan rasa manis yang tidak diinginkan." atau "Dia lulum jari tangannya setelah makan gula untuk menghilangkan rasa manis yang menusuk." Kata "lulum" juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih formal seperti: "Dalam kebudayaan Indonesia, lulum adalah cara tradisional yang masih dipraktikkan untuk menghilangkan rasa manis yang tidak diinginkan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lulum" masih relevan dan berguna. Bahkan, beberapa orang menjadikan lulum sebagai kebiasaan harian mereka. Dengan demikian, kita dapat menghilangkan rasa manis yang tidak diinginkan dan menjaga kebersihan jari tangan.