Arti Kata "makadok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "makadok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

makadok

ma·ka·dok n Huk bagian warisan setelah dikurangi biaya pemakaman pewaris (di Sulawesi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "makadok"

📝 Contoh Penggunaan kata "makadok" dalam Kalimat

1.Dalam warisan ayah saya, ada bagian makadok yang harus dibagi kepada adik-adik saya.
2.Saya perlu menghitung biaya pemakaman ayah saya sebelum membagikan makadok kepada keluarga.
3.Pada masa lalu, makadok menjadi bagian penting dalam sistem warisan tradisional suku di Sulawesi.
4.Sebagai sejarawan, saya harus memahami tentang makadok sebagai bagian dari hukum adat suku tersebut.
5.Dalam konflik hukum, makadok sering kali menjadi sumber perdebatan di antara keluarga pewaris.

📚 Artikel terkait kata "makadok"

Mengenal Kata 'makadok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Makadok" - Warisan yang Mengingatkan pada Masa Lalu

Kata "makadok" seringkali tidak populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak memiliki hubungan langsung dengan istilah ini. Namun, bagi masyarakat Sulawesi, kata "makadok" memiliki makna yang penting dalam konteks hukum dan warisan. Secara resmi, makadok dipahami sebagai bagian warisan yang telah dikurangi biaya pemakaman pewaris, dengan tujuan untuk meningkatkan penerima warisan. Dalam sejarah, kata "makadok" telah berkembang sebagai bagian dari budaya Sulawesi, terutama di daerah Soppeng. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan bagian warisan yang telah disisihkan untuk keperluan biaya pemakaman pewaris, sehingga penerima warisan yang lain dapat menerima bagian warisan yang lebih besar. Dengan demikian, makadok tidak hanya menjadi istilah hukum, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan adat istiadat masyarakat Sulawesi. Contoh penggunaan kata "makadok" dapat dilihat dalam kalimat berikut: * Pada saat menyelesaikan proses warisan, ayah saya menyebutkan bahwa makadok kami harus diberikan kepada keluarga yang lebih membutuhkan. * Setelah biaya pemakaman pewaris dikurangi, makadok kami dapat dibagi-bagikan kepada saudara-saudara yang lain. * Dalam tradisi masyarakat Sulawesi, makadok dipandang sebagai bagian penting dari warisan yang harus dihormati. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "makadok" mungkin tidak lagi digunakan secara luas, tetapi istilah ini masih memiliki relevansi dalam konteks hukum dan warisan. Dalam budaya Indonesia modern, kita dapat melihat bagaimana warisan dan hukum memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik dalam konteks keluarga maupun masyarakat luas. Dengan demikian, makadok tetap menjadi istilah yang penting dalam mengingatkan kita akan pentingnya warisan dan hukum dalam kehidupan sehari-hari.