Arti Kata "sewot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sewot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sewot

se·wot /séwot/ a jengkel; dongkol; marah: ia menjadi -- ketika dituduh belum mengembalikan buku yg dipinjamnya;
se·wot-se·wot·an a semakin mendongkol: pohon Natal sintetis dapat dipakai dua sampai tiga kali, hal ini membuat para pedagang pohon cemara -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sewot"

📝 Contoh Penggunaan kata "sewot" dalam Kalimat

1.Ia menjadi sewot ketika dituduh belum mengembalikan buku yang dipinjamnya.
2.Pembicaraan antara keduanya menjadi semakin sewot karena perbedaan pendapat tentang keuangan.
3.Penghakiman hakim yang tidak adil membuat para pengadilan menjadi sewot dan tidak dipercaya lagi oleh rakyat.
4.Ketika seseorang menipu teman baiknya, temannya akan menjadi sewot dan tidak mau berbicara dengannya lagi.
5.Penggunaan bahasa yang kasar membuat para siswa menjadi sewot dan sulit diajak bicara oleh guru.

📚 Artikel terkait kata "sewot"

Mengenal Kata 'sewot' - Inspirasi dan Motivasi

Macam-macam Emosi: Mengenal Kata "Sewot" dalam Bahasa Indonesia

Kata "sewot" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan emosi negatif, seperti marah, jengkel, atau dongkol. Kata ini berasal dari kata dasar "wot" yang berarti api, sehingga "sewot" dapat diartikan sebagai seseorang yang memerihakan atau membuat api kesal. Dalam konteks sosial, kata "sewot" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak sabar atau terpancing emosi. Contoh-contoh penggunaan kata "sewot" dalam kalimat yang alami: * Ia menjadi **sewot** ketika dituduh belum mengembalikan buku yang dipinjamnya. * Pernyataan tersebut membuatnya menjadi **sewot** dan tidak sabar untuk menjawab. * Ia menjadi **sewot-sewot**an ketika mengetahui bahwa pohon Natal sintetis dapat dipakai dua sampai tiga kali. Kata "sewot" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, kata "sewot" dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak sabar atau terpancing emosi dalam situasi tertentu. Misalnya, ketika seseorang menjadi **sewot** karena terlambat berangkat kerja, atau ketika seseorang menjadi **sewot-sewot**an karena terganggu oleh suara bising di lingkungan sekitar. Dengan memahami makna dan konteks kata "sewot", kita dapat lebih mudah mengenal dan menghadapi emosi negatif dalam kehidupan sehari-hari.