Arti Kata "makan kawat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "makan kawat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

makan kawat

Kiasan miskin sekali; makan jangat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "makan kawat"

📝 Contoh Penggunaan kata "makan kawat" dalam Kalimat

1.Dia sangat miskin, sampai harus makan kawat untuk bertahan hidup.
2.Pada zaman dulu, makan kawat adalah fenomena sosial yang banyak terjadi.
3.Orang tua itu sedih melihat anaknya harus makan kawat karena kekurangan uang.
4.Sebagai seorang guru, dia sering mengatakan bahwa tidak ada yang perlu makan kawat jika kita belajar.
5.Dalam novel itu, karakter utama harus makan kawat karena kehidupannya yang penuh kesulitan.

📚 Artikel terkait kata "makan kawat"

Mengenal Kata 'makan kawat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "makan kawat": Makna dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "makan kawat" sering digunakan dalam bahasa sehari-hari sebagai kiasan untuk menggambarkan seseorang yang sangat miskin atau sedang mengalami kesulitan keuangan. Kata ini memiliki asal-usul yang menarik dan menggambarkan kondisi sosial yang berubah seiring waktu. Dalam masa lalu, "makan kawat" bermakna sebagai seseorang yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan, sehingga mereka terpaksa mencari bahan lain untuk dimakan. Kata "makan kawat" juga sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, "Ia sudah lama menjadi pengungsi dan sekarang harus makan kawat" atau "Dia sangat miskin sehingga harus makan kawat setiap hari". Contoh lain adalah "Dia sangat beruntung karena bisa makan kawat untuk sementara waktu". Kata "makan kawat" memiliki relevansi yang besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Dalam konteks modern, kata ini tidak hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi materi, tetapi juga untuk menggambarkan keadaan emosional atau psikologis seseorang. Misalnya, "Dia sedang makan kawat karena kehilangan pekerjaan" atau "Dia sangat sedih karena harus makan kawat".