Arti Kata "makmum" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "makmum" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

makmum

mak·mum n 1 orang yg dipimpin (dl salat berjamaah) oleh imam; orang yg menjadi pengikut (dl salat berjamaah); orang yg ikut salat di belakang imam: orang itu segera berdiri dl saf -- yg paling belakang; 2 cak pengikut; penurut: apa katanya kita -- saja;
-- masbuk makmum yg tidak diwajibkan membaca surat Alfatihah krn terlambat;
ber·mak·mum v menjadi makmum (dl salat): di masjid itu kami - kpd ulama terkenal;
me·mak·mumi v menjadi makmum pd: yg - imam itu hanya dua saf

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "makmum"

📝 Contoh Penggunaan kata "makmum" dalam Kalimat

1.Pada hari Jumat, banyak makmum yang berdiri di depan masjid untuk shalat berjamaah.
2.Di masjid yang ramai, makmum harus berdiri di saf yang paling belakang dan tidak boleh maju.
3.Sebagai makmum, aku harus mendengarkan dan mengikuti perintah imam dalam shalat.
4.Pada suatu hari, makmum yang tidak bisa membaca Al-Quran secara lancar karena terlambat hadir di masjid.
5.Pada acara wisuda, makmum yang telah lulus kuliah berdiri di barisan depan sebagai penghormatan kepada para dosen.

📚 Artikel terkait kata "makmum"

Mengenal Kata 'makmum' - Inspirasi dan Motivasi

Makmum: Pemahaman dan Penggunaan dalam Bahasa Indonesia

Dalam konteks keagamaan Islam, makmum merupakan istilah yang memiliki makna penting. Dalam bahasa Indonesia, makmum diartikan sebagai orang yang dipimpin oleh imam dalam salat berjamaah, atau orang yang menjadi pengikut dalam salat. Konsep ini telah ada sejak lama dan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Islam di Indonesia. Dalam prakteknya, makmum memiliki peran yang sama pentingnya dengan imam dalam salat berjamaah. Mereka berdiri di saf yang paling belakang dan berdoa di belakang imam. Dalam beberapa kasus, makmum juga dapat diartikan sebagai pengikut atau penurut dalam berbagai hal. Contoh penggunaan makmum dalam kalimat yang alami adalah: "Saya berdiri di saf belakang makmum lainnya dalam salat berjamaah." atau "Saya menjadi makmum di masjid yang dipimpin oleh ulama terkenal." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep makmum masih relevan dan dipraktekan oleh masyarakat Islam di Indonesia. Mereka memahami bahwa menjadi makmum bukan hanya berarti mengikuti salat berjamaah, tetapi juga berarti menjadi bagian dari komunitas yang lebih luas. Dalam beberapa kasus, makmum juga dapat diartikan sebagai orang yang ikut serta dalam kegiatan sosial atau amal. Dengan demikian, makmum menjadi istilah yang tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga memiliki implikasi sosial dan budaya yang signifikan.