Arti Kata "malah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "malah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

malah

ma·lah adv 1 bahkan; semakin (bertambah): setelah minum obat itu, ia tidak menjadi baik -- bertambah sakitnya; 2 bahkan sebaliknya: disuruh duduk, -- berdiri; 3 justru: -- kamu yg harus datang, bukan orang tuamu;
ma·lah·an p malah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "malah"

📝 Contoh Penggunaan kata "malah" dalam Kalimat

1.Setelah mendengar saran itu, malah dia memutuskan untuk tidak pergi.
2.Dia tidak sengaja menabrak teman saya, malah dia yang terluka.
3.Saya tidak ingin pergi ke bioskop malam ini, malah saya akan duduk di rumah dan membaca buku.
4.Dia tidak sengaja memecahkan cangkir, malah semuanya jatuh ke lantai.
5.Kami tidak sengaja mengundurkan acara pernikahan, malah hari Rabu jadi hari pernikahan.

📚 Artikel terkait kata "malah"

Mengenal Kata 'malah' - Inspirasi dan Motivasi

Malah: Kata yang Melibatkan Pertentangan

Kata **malah** dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang kompleks dan menarik. Dalam arti resmi, **malah** adalah kata sifat atau kata bantu yang digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu terjadi sebaliknya dari yang diharapkan atau direncanakan. Dalam konteks sejarah, kata **malah** dipengaruhi oleh bahasa Melayu dan telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak awal.

Contoh penggunaan kata **malah** dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut: "Setelah saya berusaha keras, malah saya malah yang kelelahan"; "Ia tidak sengaja menabrak mobil, malah mobilnya yang rusak"; "Dia tidak sibuk, malah saya yang harus menunggu dia". Dalam setiap contoh, kata **malah** digunakan untuk menunjukkan bahwa situasi yang terjadi sebaliknya dari yang diharapkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata **malah** memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata **malah** sering digunakan dalam konteks humor dan ironi. Misalnya, orang mungkin akan mengatakan "Saya tidak ingin makan siang, malah saya malah makan es krim" untuk menunjukkan bahwa situasi yang terjadi sebaliknya dari yang diharapkan. Dengan demikian, kata **malah** tidak hanya digunakan dalam konteks resmi, tetapi juga dalam konteks informal dan budaya.