Arti Kata "manjeri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "manjeri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

manjeri

man·je·ri v mengangkat ahli waris dr garis keturunan laki-laki (di Lombok)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "manjeri"

📝 Contoh Penggunaan kata "manjeri" dalam Kalimat

1.Dalam tradisi Lombok, manjeri dilakukan untuk mengangkat ahli waris dari garis keturunan laki-laki.
2.Di desa tradisional Lombok, proses manjeri diadakan secara meriah dengan upacara adat.
3.Sebagai bentuk penghormatan, sang penguasa meminta izin kepada leluhur sebelum melakukan manjeri.
4.Dalam upacara adat Lombok, manjeri dilakukan untuk mengangkat kekuasaan ke tangan yang lebih berpengalaman.
5.Dalam tradisi adat Lombok, manjeri dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kepemimpinan yang sah.

📚 Artikel terkait kata "manjeri"

Mengenal Kata 'manjeri' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "manjeri" - Inspirasi dari Tradisi Lombok

Sejarah dan Makna

Kata "manjeri" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses mengangkat ahli waris dari garis keturunan laki-laki di Lombok. Konsep ini telah menjadi bagian penting dari tradisi adat istiadat masyarakat Lombok, yang berfokus pada kehormatan dan keadilan dalam penyerahan warisan. Dengan kata lain, manjeri mengacu pada proses pencarian dan pengangkatan pemimpin yang tepat untuk melanjutkan garis keturunan keluarga.

Penggunaan dalam Kalimat

Kata manjeri dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan proses yang kompleks ini. Misalnya, "Pada hari itu, keluarga beserta masyarakat setempat mengadakan upacara untuk mengangkat ahli waris laki-laki sebagai pemimpin baru, sebuah proses yang disebut manjeri." Atau, "Manjeri adalah proses yang sangat penting dalam masyarakat Lombok, karena membantu menemukan pemimpin yang tepat untuk melanjutkan garis keturunan keluarga."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun konsep manjeri berasal dari tradisi Lombok, namun relevansinya masih dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam banyak kasus, keputusan mengangkat pemimpin baru atau memberikan kekuasaan kepada seseorang mengacu pada proses manjeri. Bagi banyak orang, manjeri menjadi simbol kehormatan dan keadilan dalam penyerahan kekuasaan. Dengan demikian, kata manjeri tetap relevan dalam budaya Indonesia modern, mengingatkan kita akan pentingnya kehormatan dan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil.