Arti Kata "adat kemenakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "adat kemenakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

adat kemenakan

ahli waris berdasarkan keturunan pihak ibu; adat matrilineal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "adat kemenakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "adat kemenakan" dalam Kalimat

1.Di masyarakat adat kemenakan, kejayaan suatu keluarga ditentukan oleh keturunan ibu.
2.Pernikahan di masyarakat adat kemenakan seringkali ditentukan oleh keinginan ibu dari kedua belah pihak.
3.Mengenal adat kemenakan adalah penting untuk memahami sejarah dan budaya masyarakat adat.
4.Pada masa lalu, adat kemenakan digunakan sebagai sistem kekerabatan di beberapa masyarakat di Asia Tenggara.
5.Sistem kekerabatan adat kemenakan masih digunakan dalam beberapa tradisi dan upacara adat di Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "adat kemenakan"

Mengenal Kata 'adat kemenakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Adat Kemenakan" - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Makna Umum Adat Kemenakan

Adat kemenakan adalah istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan adat atau tradisi yang mengutamakan keturunan pihak ibu sebagai ahli waris. Dalam konteks sejarah, adat kemenakan sering ditemukan pada masyarakat yang menganut sistem matrilineal, di mana kekuasaan dan harta warisan diturunkan dari ibu ke anak perempuannya. Sistem ini masih terlihat pada beberapa masyarakat tradisional di Indonesia hingga saat ini.

Contoh Penggunaan Adat Kemenakan dalam Kalimat Alami

Dalam prakteknya, adat kemenakan dapat dilihat dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam suatu masyarakat adat yang menganut sistem matrilineal, harta warisan dari nenek moyang akan diwariskan kepada cicit perempuan, bukan kepada cucu laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa adat kemenakan memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana seseorang akan menjadi ahli waris. Adat kemenakan juga dapat dilihat dalam konteks sosial, seperti dalam sebuah keluarga yang memiliki tradisi melekatkan nama keluarga pada anak perempuan, bukan pada anak laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa adat kemenakan dapat mempengaruhi bagaimana kita mengidentifikasi diri kita sendiri dan hubungan kita dengan keluarga.

Relevansi Adat Kemenakan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun adat kemenakan tidak lagi umum ditemukan dalam masyarakat modern Indonesia, namun konsepnya masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa keluarga, adat kemenakan masih dipertahankan sebagai cara untuk menghargai warisan budaya dan tradisi leluhur. Lebih lanjut, adat kemenakan juga dapat digunakan sebagai inspirasi untuk memahami dan menghargai peran penting ibu dalam kehidupan keluarga. Dengan demikian, adat kemenakan dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya Indonesia.