Arti Kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan

Peribahasa tidak mendengarkan nasihat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan"

📝 Contoh Penggunaan kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" dalam Kalimat

1.Dia masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan, tidak mendengarkan saran teman-temannya.
2.Mereka mengatakan dia masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan, tetapi tetap saja dia tidak mau mendengarkan.
3.Dalam perbincangan dengan rekan kerja, dia diingatkan bahwa dia masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan.
4.Sebagai seorang pemimpin, dia harus bisa mendengarkan nasihat orang lain, bukan masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan.
5.Dia masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan, sehingga usaha bisnisnya gagal dan ia mengalami kerugian besar.

📚 Artikel terkait kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan"

Mengenal Kata 'masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Istilah ini memiliki makna umum yang tidak mendengarkan nasihat. Berawal dari kebiasaan binatang yang tidak mendengarkan nasihat, kata ini kemudian berkembang menjadi ungkapan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. **Makna dan Konteks Historis** Peribahasa "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Kata ini dipercaya berasal dari kebiasaan hewan yang tidak mendengarkan nasihat. Mereka cenderung terus melanjutkan perilaku yang sama tanpa memperdulikan opini orang lain. Dalam konteks sosial, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mau mendengarkan saran atau kritik dari orang lain. **Contoh Penggunaan dalam Kalimat** Berikut beberapa contoh penggunaan kata "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" dalam kalimat yang alami: - "Dia tidak mendengarkan nasihat temannya, dia **masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan**." - "Dia selalu **masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan** saat kami memberikan saran." - "Dia tidak bisa diarahkan, dia **masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan**." **Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari** Peribahasa "masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital, seseorang dapat dengan mudah menemukan informasi yang berbeda-beda. Namun, jika mereka tidak mau mendengarkan nasihat atau kritik dari orang lain, mereka mungkin akan sulit untuk berkembang dan maju. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan mendengarkan dan menerima kritik dari orang lain untuk mencapai kesuksesan.