Arti Kata "mati seladang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati seladang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati seladang

saling setia sampai tua; sehidup semati (tentang suami istri)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati seladang"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati seladang" dalam Kalimat

1.Istri dan suami itu benar-benar mati seladang, hidup bersama selama 50 tahun.
2.Mereka mengatakan bahwa suami dan istri mereka sangat mati seladang, tidak pernah berpisah.
3.Pada upacara pernikahan, mereka menyatakan bahwa mereka akan mati seladang, sehidup semati.
4.Pada konteks budaya Melayu, mati seladang menjadi simbol cinta selama-lamanya.
5.Dalam novel tersebut, cinta antara tokoh utama mati seladang, tidak pernah berubah seiring waktu.

📚 Artikel terkait kata "mati seladang"

Mengenal Kata 'mati seladang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati seladang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mati seladang" sering digunakan dalam konteks hubungan suami-istri yang sangat erat dan saling setia. Makna umum dari kata ini adalah sehidup semati, artinya pasangan suami-istri tersebut tidak akan pernah berpisah atau meninggalkan satu sama lain, bahkan sampai kematian. Konsep ini sangat relevan dengan budaya Indonesia yang beranggapan bahwa hubungan suami-istri harus selalu diutamakan dan dijaga dengan baik. Dalam sejarah, kata "mati seladang" juga memiliki makna yang mendalam. Seladang adalah hewan yang sangat setia dan tak pernah meninggalkan pasangannya. Oleh karena itu, kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan suami-istri yang sangat kuat dan tidak pernah mau berpisah.

Contoh Penggunaan Kata "mati seladang"

Pada hari pernikahannya, pasangan muda itu berjanji untuk mati seladang, artinya mereka akan selalu bersama dan tidak akan pernah berpisah. Mereka sangat mencintai satu sama lain dan ingin hidup bersama selamanya. Dalam upacara pernikahan, pasangan itu juga menandatangani buku mati seladang, sebagai simbol komitmen mereka untuk selalu setia dan tidak pernah berpisah. Pasangan yang telah menikah selama 20 tahun masih sangat setia dan saling mencintai, mereka adalah contoh mati seladang yang sebenarnya.

Relevansi Kata "mati seladang" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mati seladang" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Banyak pasangan yang masih mencintai dan setia satu sama lain, bahkan sampai tua. Oleh karena itu, kata ini masih digunakan untuk menggambarkan hubungan suami-istri yang sangat kuat dan tidak pernah mau berpisah.