Arti Kata "mawut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mawut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mawut

ma·wut Jw v berceceran; berserak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mawut"

📝 Contoh Penggunaan kata "mawut" dalam Kalimat

1.Di lapangan bermain, anak-anak bermain bersama sambil berceceran dan bermain mawut dengan pasir.
2.Selama hujan lebat, air hujan mulai berceceran dan mawut di jalan raya.
3.Guru mengajarkan kepada murid untuk mengumpulkan sampah yang telah berceceran dan mawut di taman sekolah.
4.Pada malam hari, langit menjadi gelap dan berceceran dengan bintang-bintang yang seperti mawut kecil di langit.
5.Setelah kecelakaan, minyak bumi mulai berceceran dan mawut ke sungai besar.

📚 Artikel terkait kata "mawut"

Mengenal Kata 'mawut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mawut" - Berbicara dengan Bahasa yang Lebih Dekat

Makna umum dari kata mawut adalah berceceran atau berserak. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, yang menjadi pengaruh besar dalam perkembangan bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, kata mawut digunakan untuk menggambarkan keadaan suatu hal yang tidak teratur atau tidak beraturan. Ketika suatu benda seperti pasir atau biji-bijian terbawa oleh air, maka akan berceceran ke mana-mana dan tidak teratur. Hal ini seringkali melibatkan proses alam yang dinamis dan tidak dapat diprediksi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh-contoh penggunaan kata mawut. Misalnya, "Air hujan mengakibatkan tanah menjadi mawut." Dalam kalimat ini, kata mawut digunakan untuk menggambarkan keadaan tanah yang terjelekkan setelah hujan. Contoh lain adalah, "Mawutnya daun-daun yang terjatuh dari pohon." Dalam kalimat ini, kata mawut digunakan untuk menggambarkan keadaan daun-daun yang berserak ke mana-mana setelah terjatuh dari pohon. Kata mawut memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya dan lingkungan. Dalam masyarakat Jawa, kata mawut sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak teratur atau tidak beraturan. Dalam konteks lingkungan, kata mawut digunakan untuk menggambarkan keadaan tanah atau air yang terjelekkan setelah hujan atau banjir. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna kata mawut dan cara menggunakan kata ini dengan tepat.