Arti Kata "penitensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "penitensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

penitensi

pe·ni·ten·si /péniténsi/ n keadaan menyesali dosa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "penitensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "penitensi" dalam Kalimat

1.Dia mengalami penitensi yang mendalam setelah melakukan kesalahan besar.
2.Dalam agama Kristen, perayaan Sabat Malaikat merupakan simbol penitensi dan kesadaran diri.
3.Pemuda itu menunjukkan penitensi dalam melakukan tindakan yang tidak pantas.
4.Pelaku kejahatan mengakui penitensi atas tindakannya dan berjanji untuk berubah.
5.Dalam sejarah, penitensi merupakan salah satu cara para bangsawan untuk menyesali kesalahan masa lalu mereka.

📚 Artikel terkait kata "penitensi"

Mengenal Kata 'penitensi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Penitensi" - Inspirasi dan Motivasi

Sejarah dan Makna Umum

Dalam bahasa Indonesia, kata penitensi memiliki makna resmi sebagai "keadaan menyesali dosa". Istilah ini pertama kali muncul dalam konteks agama Kristen, khususnya dalam konsep penitensi sebagai proses meminta maaf dan menyesali dosa. Namun, dalam waktu berlalu, makna kata penitensi juga mulai digunakan dalam konteks sosial dan budaya.

Penggunaan Kata Penitensi dalam Kalimat

Kata penitensi dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kalimat. Contoh sederhana adalah: "Dia memasuki keadaan penitensi setelah melakukan kesalahan besar." Dalam contoh lain, "Ketika melihat foto masa lalunya, dia merasa mengalami penitensi atas tindakannya yang salah." Dalam penggunaan lain, "Dia memilih untuk hidup dalam penitensi selama beberapa tahun setelah kecelakaan itu."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata penitensi memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks keagamaan dan sosial. Dalam masyarakat Indonesia, keadaan penitensi seringkali dianggap sebagai hal yang positif, karena merupakan proses meminta maaf dan menyesali dosa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks kata penitensi agar dapat menggunakannya dengan tepat dalam berbagai situasi.