Arti Kata "megatruh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "megatruh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

megatruh

me·gat·ruh n Sen bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa atau kesedihan yg mendalam, mempunyai bait lagu yg terdiri atas lima baris, baris pertama mempunyai dua belas suku kata yg berakhir bunyi n (12 n), kemudian berturut-turut 8 i, 8 i, dan 8 o

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "megatruh"

📝 Contoh Penggunaan kata "megatruh" dalam Kalimat

1.Dalam kisah rakyat ini, megatruh merupakan bentuk komposisi tembang macapat yang sangat populer.
2.Pada pertunjukan musik tradisional, pemusik menggunakan megatruh untuk menggambarkan perasaan kecewa.
3.Sebagai mahasiswa, dia belajar tentang megatruh dalam kelas sastra Jawa dan dapat memahami maknanya.
4.Dalam puisi warisan leluhur, megatruh dijadikan alat untuk mengungkapkan kesedihan mendalam.
5.Pada acara pernikahan, para tamu menikmati suguhan musik tradisional yang menggunakan megatruh sebagai lagu utama.

📚 Artikel terkait kata "megatruh"

Mengenal Kata 'megatruh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Megatruh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "megatruh" merupakan salah satu bentuk komposisi tembang macapat dalam bahasa Indonesia, yang biasanya digunakan untuk melukiskan perasaan kecewa atau kesedihan yang mendalam. Dalam konteks sejarah, kata ini berkembang sebagai salah satu bentuk ekspresi sastra tradisional Indonesia, yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Struktur dan Ciri Khas Megatruh

Megatruh memiliki struktur yang unik, dengan bait lagu yang terdiri atas lima baris. Baris pertama memiliki dua belas suku kata yang berakhir dengan bunyi "n" (12 n), sedangkan baris kedua, ketiga, dan keempat masing-masing memiliki delapan suku kata yang berakhir dengan bunyi "i" (8 i). Baris kelima memiliki delapan suku kata yang berakhir dengan bunyi "o" (8 o). Secara keseluruhan, struktur ini menciptakan irama yang khas dan unik, yang dapat memotivasi dan menginspirasi pendengarnya.

Contoh Penggunaan Kat "Megatruh" dalam Kalimat

Megatruh sering digunakan dalam kalimat untuk mengungkapkan perasaan kecewa atau kesedihan yang mendalam. Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat adalah: "Saya merasa kecewa dan sedih ketika mendengar berita itu, dan saya ingin mengekspresikan perasaan saya melalui megatruh." Atau, "Saya ingin menulis megatruh untuk mengungkapkan perasaan saya terhadap kehilangan yang saya alami." Dengan menggunakan kata "megatruh", seseorang dapat mengekspresikan perasaan mereka dengan lebih efektif dan persuasif.

Relevansi Megatruh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Megatruh masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Banyak orang Indonesia yang masih menghargai dan menghormati tradisi sastra lama, termasuk megatruh, sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan demikian, megatruh tetap menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak orang, yang dapat membantu mereka mengekspresikan perasaan dan emosi mereka dengan lebih efektif.