Arti Kata "pelebon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pelebon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pelebon

pe·le·bon n hari pembakaran mayat (di Bali)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pelebon"

📝 Contoh Penggunaan kata "pelebon" dalam Kalimat

1.Pada hari pelebon, warga setempat menghiasi jalan-jalan dengan bunga dan dekorasi.
2.Di Bali, pelebon ditandai dengan ritual pembakaran mayat untuk memberikan kehormatan pada yang meninggal.
3.pelebon adalah hari yang sangat penting dalam kalender tradisional masyarakat Bali.
4.pelebon tidak hanya dihiasi dengan bunga, tetapi juga dengan tarian tradisional dan musik.
5.pelebon adalah kesempatan untuk berbagi dan menghormati orang-orang yang telah meninggal.

📚 Artikel terkait kata "pelebon"

Mengenal Kata 'pelebon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pelebon" - Tradisi Pembakaran Mayat di Bali

Kata "pelebon" seringkali tidak familiar bagi banyak orang di luar Bali. Namun, bagi penduduk asli Bali, termasuk masyarakat Hindu di provinsi tersebut, kata ini memiliki makna yang sangat spesifik dan kental dengan tradisi kebudayaan lokal. Secara resmi, pelebon adalah hari pembakaran mayat (di Bali), suatu tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Historisnya, tradisi pelebon berasal dari ajaran Hindu Dharma, yang pada umumnya menekankan pentingnya pembersihan jiwa dan fisik setelah kematian. Suatu pelebon biasanya berlangsung di puncak bukit atau di tempat yang strategis, dengan tujuan untuk membakar mayat secara menyeluruh agar sisa-sisa tubuh dapat kembali ke alam. Proses ini juga dianggap sebagai tindakan penghormatan terhadap arwah yang telah meninggal, karena dianggap dapat bebas dari ikatan fisik dan dapat menuju alam semesta yang lebih tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata pelebon seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat alami: "Pada pelebon, keluarga mengadakan upacara khidmat untuk memperingati kelahiran kembali arwah yang telah meninggal." "Proses pembakaran mayat pada pelebon memerlukan perencanaan yang sangat matang untuk memastikan keamanan dan kebersihan." "Tradisi pelebon di Bali menunjukkan betapa pentingnya penghormatan terhadap arwah yang telah meninggal." Dalam budaya Indonesia modern, tradisi pelebon masih merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali. Meskipun telah banyak perubahan dan modernisasi, tradisi ini tetap dipelihara dengan sangat baik. Pada beberapa kesempatan, bahkan turis asing juga turut serta dalam proses pelebon, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap kebudayaan lokal.