Arti Kata "memperumahkan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "memperumahkan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

memperumahkan

mem.pe.ru.mah.kan Verba (kata kerja) mengawinkan (memperistrikan, mempersuamikan): bulan depan ia akan memperumahkan anaknya yang bungsu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "memperumahkan"

📝 Contoh Penggunaan kata "memperumahkan" dalam Kalimat

1.Ia akan memperumahkan kebiasaannya merokok untuk meningkatkan kesehatannya.

📚 Artikel terkait kata "memperumahkan"

Mengenal Kata 'memperumahkan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Memperumahkan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "memperumahkan" seringkali digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan proses memasuki tahap baru dalam kehidupan, seperti mempersuami atau menikahi seseorang. Dalam konteks historis, kata ini memiliki makna yang lebih luas, mencakup proses pengambilan keputusan penting yang dapat mempengaruhi hidup seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar orang-orang yang sedang dalam proses **memperumahkan** diri mereka dari status singkat. Contohnya, seorang gadis yang baru saja lulus sekolah dan sedang dalam proses **memperumahkan** diri untuk mencari pekerjaan, atau seorang pria yang baru saja memutuskan untuk **memperumahkan** diri dari kebiasaan buruk. Contoh penggunaan kata "memperumahkan" dalam kalimat yang alami adalah: - Bulan depan, dia akan **memperumahkan** diri dari kehidupan kosong dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan minatnya. - Setelah lulus kuliah, dia akan **memperumahkan** diri dari status mahasiswa dan menjadi anggota masyarakat yang produktif. Kata "memperumahkan" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam banyak kesempatan, kita dipaksa untuk **memperumahkan** diri dari kebiasaan lama dan mengadaptasi diri dengan perubahan besar. Proses ini dapat menjadi pilihan yang sulit, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan diri.