Arti Kata "menampakkan diri" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menampakkan diri" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menampakkan diri

me.nam.pak.kan diri muncul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menampakkan diri"

📝 Contoh Penggunaan kata "menampakkan diri" dalam Kalimat

1.Para ilmuwan mulai menampakkan diri dengan penemuan besar tersebut.
2.Pada malam hari, bintang-bintang mulai menampakkan diri di langit.
3.Pengarang novel tersebut menampakkan diri sebagai pendukung hak asasi manusia.
4.Mahasiswa baru mulai menampakkan diri dengan karya-karya seni yang unik.
5.Pemimpin negara menampakkan diri dengan pidato yang penuh semangat.

📚 Artikel terkait kata "menampakkan diri"

Mengenal Kata 'menampakkan diri' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menampakkan diri" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **menampakkan diri** memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, artinya adalah "muncul" atau "ditampilkan" dalam suatu situasi atau kondisi tertentu. Namun, sejarahnya, kata ini berasal dari bahasa Jawa dan memiliki konotasi yang lebih dalam. Di masa lalu, kata ini sering digunakan dalam konteks spiritual atau filosofis, seperti "menampakkan diri" sebagai manifestasi dari kekuatan atau kebijaksanaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **menampakkan diri** masih digunakan dengan makna yang sama. Berikut beberapa contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami: * Ia **menampakkan diri** di hadapan publik untuk mempromosikan produk barunya. * Setelah beberapa tahun tidak melihatnya, akhirnya ia **menampakkan diri** lagi di acara keluarga. * Pada malam hari, bintang-bintang **menampakkan diri** di langit dengan indahnya. Dalam budaya Indonesia modern, kata **menampakkan diri** juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks politik, seorang calon pemimpin harus **menampakkan diri** sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana. Atau, dalam konteks bisnis, sebuah perusahaan harus **menampakkan diri** sebagai perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, kata **menampakkan diri** tidak hanya memiliki makna yang luas, tetapi juga memiliki keunikan dan keaslian yang dapat menambahkan dimensi baru dalam komunikasi dan interaksi sehari-hari.