Arti Kata "menipu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menipu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menipu

me.ni.pu Verba (kata kerja) mengenakan tipu muslihat; mengakali; memperdayakan: pemilik toko emas itu ditangkap karena menipu; dari hari ke hari pekerjaanya menipu orang saja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menipu"

📝 Contoh Penggunaan kata "menipu" dalam Kalimat

1.Ia menipu teman dengan janji yang tidak pernah diwujudkan.
2.Pemilik toko emas itu ditangkap karena menipu pelanggan dengan uang palsu.
3.Dalam film tersebut, protagonis menipu musuhnya dengan tipu daya yang sangat canggih.
4.Sebagai seorang guru, dia harus berhati-hati tidak menipu murid-muridnya dengan informasi yang tidak akurat.
5.Pada kampanye perekrutan pegawai, perusahaan itu menipu calon karyawan dengan janji pekerjaan yang tidak benar.

📚 Artikel terkait kata "menipu"

Mengenal Kata 'menipu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menipu" - Perilaku yang Tidak Terpuji

Kata "menipu" merupakan salah satu kata kerja yang memiliki makna yang tidak terpuji dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata "menipu" berarti mengenakan tipu muslihat, mengakali, atau memperdayakan seseorang. Dalam sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang tidak jujur dan tidak transparan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "menipu" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak etis. Misalkan, seseorang yang menipu temannya dengan janji yang tidak tepat atau seseorang yang menipu bank dengan membuat piutang yang tidak ada dasarnya. Contoh lainnya adalah, "Pemilik toko emas itu ditangkap karena menipu nasabahnya" atau "Ia selalu menipu temannya dengan janji yang tidak tercapai". Kata "menipu" juga relevan dalam budaya Indonesia modern. Dalam era digital, menipu menjadi lebih mudah dilakukan dengan menggunakan media sosial. Misalkan, seseorang yang menipu temannya dengan membuat profil palsu di media sosial atau seseorang yang menipu orang lain dengan berita palsu yang disebarluaskan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada dan jujur dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam era digital ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus selalu ingat bahwa menipu adalah perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk menjadi orang yang jujur dan transparan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, kita dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kita semua.