Arti Kata "patik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "patik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

patik

1pa·tik kl n 1 budak belian; hamba tebusan; 2 hor hamba (dipakai ketika berkata-kata dng raja): -- berdatang sembah ke hadapan Baginda

2pa·tik v, me·ma·tik v menyentuh dng jari; petik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "patik"

📝 Contoh Penggunaan kata "patik" dalam Kalimat

1.Di zaman dahulu, budak tebusan disebut patik dan harus menyembah raja dengan hormat.
2.Pada masa penjajahan, rakyat dipaksa menjadi patik dan melakukan pekerjaan paksa.
3.Di negara maju, istilah patik sudah tidak digunakan lagi dan digantikan dengan kata-kata lain.
4.Dalam puisi kuno, penulis menggunakan kata patik untuk menggambarkan kehidupan rakyat yang dipaksa menjadi budak.
5.Dalam pelajaran sejarah, guru menjelaskan bahwa patik adalah istilah yang digunakan di masa lalu untuk menggambarkan budak tebusan.

📚 Artikel terkait kata "patik"

Mengenal Kata 'patik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Patik" - Mengenal Makna dan Konteks Sejarah

Kata "patik" memiliki makna yang luas dalam Bahasa Indonesia, terutama dalam konteks sejarah dan sosial. Secara umum, kata patik berarti budak belian atau hamba tebusan, yang biasanya digunakan untuk menggambarkan status sosial seseorang yang menjadi milik atau hamba dari orang lain. Dalam konteks sejarah, patik sering digunakan untuk menggambarkan hubungan antara bangsawan dan hambanya. Dalam praktiknya, kata patik sering digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkis antara bangsawan dan rakyat biasa. Sebagai contoh, dalam sebuah puisi kuna, disebutkan bahwa "patik berdatang sembah ke hadapan Baginda". Ini menunjukkan bahwa patik memiliki status yang rendah dan patuh terhadap atasan mereka. Selain itu, kata patik juga digunakan dalam konteks lain, seperti "patik menyentuh dng jari; petik", yang berarti menyentuh atau menggaruk dengan jari. Dalam kehidupan sehari-hari, kata patik tidak lagi digunakan sebagai kata baku, tetapi masih dapat ditemukan dalam beberapa konteks budaya atau sejarah. Misalnya, dalam sebuah upacara adat, patik dapat digunakan sebagai kata untuk menggambarkan status sosial seseorang. Selain itu, kata patik juga dapat digunakan dalam konteks lain, seperti dalam puisi atau karya sastra, untuk menggambarkan hubungan antara manusia. Dalam budaya Indonesia modern, kata patik tidak lagi digunakan sebagai kata baku, tetapi masih dapat ditemukan dalam beberapa konteks budaya atau sejarah. Namun, kata patik masih memiliki makna yang kental dalam konteks sejarah dan sosial, dan masih dapat digunakan sebagai kata untuk menggambarkan hubungan antara manusia.

Kata Patik dalam Konteks Sejarah

Kata patik memiliki makna yang luas dalam konteks sejarah, terutama dalam menggambarkan hubungan antara bangsawan dan hambanya. Dalam praktiknya, kata patik sering digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkis antara bangsawan dan rakyat biasa. Sebagai contoh, dalam sebuah puisi kuna, disebutkan bahwa "patik berdatang sembah ke hadapan Baginda".

Kata Patik dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, kata patik tidak lagi digunakan sebagai kata baku, tetapi masih dapat ditemukan dalam beberapa konteks budaya atau sejarah. Namun, kata patik masih memiliki makna yang kental dalam konteks sejarah dan sosial, dan masih dapat digunakan sebagai kata untuk menggambarkan hubungan antara manusia.

Kata yang Mirip

patikim