Arti Kata "menyubsider" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menyubsider" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menyubsider

me.nyub.si.der Verba (kata kerja) mengganti apabila hal pokok tidak terjadi; menggantikan: undang-undang itu tidak mengatur bahwa hukuman kurungan dapat digunakan untuk menyubsider uang hasil korupsi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menyubsider"

📝 Contoh Penggunaan kata "menyubsider" dalam Kalimat

1.Pemerintah tidak dapat menyubsider kekurangan fasilitas di sekolah ini.
2.Undang-undang baru tidak menyubsider kelemahan sistem hukum yang ada sebelumnya.
3.Ketua panitia tidak dapat menyubsider kekurangan waktu untuk menyelesaikan proyek ini.
4.Pengadilan tidak boleh menyubsider kelemahan bukti yang dihadirkan oleh penuduh.
5.Keputusan ini tidak dapat menyubsider hak-hak warga yang terkena dampak dari proyek tersebut.

📚 Artikel terkait kata "menyubsider"

Mengenal Kata 'menyubsider' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menyubsider" - Pengganti yang Strategis

Kata "menyubsider" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu mengganti atau menggantikan sesuatu. Berasal dari kata dasar "sider", kata ini memiliki konteks historis yang terkait dengan perubahan atau penggantian yang dapat berupa hukum, regulasi, atau bahkan nilai-nilai sosial. Dalam konteks modern, kata "menyubsider" sering digunakan dalam konteks hukum dan peraturan, seperti ketika undang-undang tidak mengatur bahwa hukuman kurungan dapat digunakan untuk **menyubsider** uang hasil korupsi. Dalam penggunaan sehari-hari, kata "menyubsider" dapat ditemukan dalam kalimat-kalimat yang menunjukkan penggantian atau perubahan. Misalnya, "Undang-undang baru tidak **menyubsider** aturan lama, tetapi menambahkannya", atau "Negara tidak **menyubsider** pajak, tetapi meningkatkannya". Selain itu, kata "menyubsider" juga dapat digunakan dalam konteks budaya, seperti ketika seseorang mengganti tradisi lama dengan tradisi baru. Dalam kasus ini, kata "menyubsider" digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "menyubsider" memiliki relevansi yang sangat penting, terutama dalam konteks hukum dan peraturan. Dengan kata "menyubsider", kita dapat menggambarkan perubahan yang terjadi dalam sistem hukum dan peraturan, serta menggambarkan cara-cara yang digunakan untuk menggantikan aturan lama dengan aturan baru. Dalam budaya Indonesia modern, kata "menyubsider" juga dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, seperti perubahan dalam tradisi, nilai-nilai, dan norma-norma sosial.