Arti Kata "merem-merem" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "merem-merem" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

merem-merem

me.rem-me.rem, merem ayam Kiasan tidur yang tidak benar-benar tidur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "merem-merem"

📝 Contoh Penggunaan kata "merem-merem" dalam Kalimat

1.Saya masih merem-merem saat bekerja malam ini karena deadline yang sangat ketat.
2.Dia selalu merem-merem di pagi hari karena tidak bisa bangun tepat waktu.
3.Pakar psikologi mengatakan bahwa merem-merem dapat menjadi gejala depresi yang perlu diatasi.
4.Pada malam hari, aku merem-merem di sofa sambil menonton film favoritku.
5.Saya dilarang menggunakan ponsel di kelas karena sering merem-merem dan tidak fokus.

📚 Artikel terkait kata "merem-merem"

Mengenal Kata 'merem-merem' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Merem-Merem": Mengerti Lebih Dalam

Kata **merem-merem** seringkali digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks **tidur yang tidak benar-benar tidur**. Namun, apakah Anda sudah tahu definisi resmi dari kata ini? Kata **merem-merem** dalam arti resmi adalah "me.rem-me.rem, merem ayam" atau dapat diartikan sebagai **tidur yang tidak benar-benar tidur**. Dalam konteks sosial, kata **merem-merem** seringkali digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang tidak dapat tidur dengan nyenyak. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kecemasan, stres, atau bahkan kesibukan. Dalam budaya Indonesia, kata **merem-merem** seringkali digunakan sebagai istilah yang ringan dan tidak formal untuk menggambarkan kondisi ini. Berikut beberapa contoh penggunaan kata **merem-merem** dalam kalimat yang alami: * Saya sudah tidur selama 2 jam, tapi masih **merem-merem** karena terganggu oleh suara luar. * Saya rasa kamu harus istirahat lebih lama, karena kamu **merem-merem** setiap malam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **merem-merem** dapat menjadi topik pembicaraan yang umum. Banyak orang yang mengalami **merem-merem** karena berbagai alasan, dan hal ini dapat menjadi isu yang relevan dalam budaya Indonesia modern. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengerti makna dan konteks dari kata **merem-merem** agar kita dapat berbicara dengan lebih efektif dan tidak salah mengartikan istilah ini.