Arti Kata "merendahkan hati" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "merendahkan hati" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

merendahkan hati

me.ren.dah.kan hati menjadikan diri tidak sombong; tidak congkak; tidak angkuh

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "merendahkan hati"

📝 Contoh Penggunaan kata "merendahkan hati" dalam Kalimat

1.Sebagai seorang pemimpin, dia harus merendahkan hati dan mendengarkan pendapat anggota timnya.
2.Saya ingin merendahkan hati dan tidak sombong, jadi saya akan meminta saran dari teman saya.
3.Di dalam ajaran agama, merendahkan hati adalah salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati.
4.Dalam hubungan percintaan, merendahkan hati dan tidak egois sangat penting untuk menciptakan keharmonisan.
5.Sebagai guru, dia harus merendahkan hati dan tidak sombong agar murid-muridnya merasa nyaman dan terbuka.

📚 Artikel terkait kata "merendahkan hati"

Mengenal Kata 'merendahkan hati' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Merendahkan Hati" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "merendahkan hati" sering digunakan dalam bahasa Indonesia dengan makna yang sangat penting. Dalam arti resmi, kata ini berarti meniadakan kepribadian sombong, congkak, atau angkuh. Konsep ini telah ada sejak lama dan terkait dengan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat Indonesia. Dalam sejarah, kata "merendahkan hati" sering dikaitkan dengan nilai-nilai agama, terutama dalam agama Islam dan Kristen. Dalam agama Islam, kata ini terkait dengan konsep taqwa, yaitu ketakwaan kepada Tuhan yang mencakup perilaku baik dan tidak sombong. Sementara itu, dalam agama Kristen, kata ini terkait dengan konsep humilitas, yaitu sifat yang rendah hati dan tidak sombong. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "merendahkan hati" sangat relevan. Misalnya, ketika kita bertemu dengan orang yang lebih muda atau lebih rendah status sosial, kita harus merendahkan hati dan tidak sombong. Ini berarti kita harus menghormati dan menghargai orang lain, tidak memandang rendah mereka hanya karena perbedaan status sosial. Contoh lainnya adalah ketika kita berada di lingkungan kerja, kita harus merendahkan hati dan tidak sombong, terutama ketika berinteraksi dengan rekan kerja yang lebih muda atau lebih berpengalaman. Dalam budaya Indonesia modern, kata "merendahkan hati" sangat penting. Dalam masyarakat yang semakin materialis dan kompetitif, sifat sombong dan angkuh sangat mudah muncul. Namun, dengan merendahkan hati dan tidak sombong, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik dalam hubungan sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu merendahkan hati dan tidak sombong dalam kehidupan sehari-hari.