Arti Kata "mongolisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mongolisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mongolisme

mo·ngo·lis·me n keterbelakangan mental yg gejala fisiknya memperlihatkan ciri-ciri fisik orang Mongol (spt mata sipit miring ke atas); penyakit mongoloid

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mongolisme"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "mongolisme" dalam Kalimat

1.Kita harus memastikan bahwa anak-anak dengan mongolisme mendapatkan perawatan yang tepat.
2.Penderita mongolisme sering kali mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.
3.Dalam bidang kedokteran, mongolisme dianggap sebagai kondisi kesehatan yang kompleks.
4.Saya tidak ingin anak saya tertarik dengan penyakit mongoloid yang menakutkan.
5.Orang-orang dengan mongolisme sering kali mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan motorik.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "mongolisme"

Mengenal Kata 'mongolisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mongolisme" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mongolisme" seringkali dihubungkan dengan ciri-ciri fisik orang Mongol, seperti mata sipit miring ke atas. Namun, apakah Anda tahu bahwa kata ini memiliki makna yang lebih luas? Dalam konteks medis, mongolisme merujuk pada keterbelakangan mental yang gejala fisiknya menyerupai ciri-ciri fisik orang Mongol. Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit mongoloid, yang juga mencakup Down Syndrome dan sindrom Turner. Penggunaan kata mongolisme dapat ditemukan dalam berbagai konteks. Contohnya, seseorang mungkin berkata, "Anak saya didiagnosis menderita mongolisme, sehingga kami harus mencari pelayanan khusus untuk membantu perkembangannya." Dalam kalimat lain, seseorang mungkin mengatakan, "Penelitian tentang mongolisme masih terus berkembang untuk meningkatkan diagnosis dan perawatan." Dalam konteks sosial, seseorang mungkin berkata, "Kami harus meningkatkan kesadaran tentang mongolisme untuk mengurangi stigma dan mendukung orang dengan penyakit ini." Dalam kehidupan sehari-hari, kata mongolisme memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mongolisme adalah penyakit yang dapat diatasi dengan perawatan dan dukungan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang mongolisme dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang menderita penyakit ini. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kebutuhan semua orang, tanpa memandang status atau kondisi mereka.