Arti Kata "monokarpa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "monokarpa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

monokarpa

mo·no·kar·pa a sifat tumbuhan yg setelah berbunga dan berbuah lalu mati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "monokarpa"

📝 Contoh Penggunaan kata "monokarpa" dalam Kalimat

1.Tumbuhan monokarpa yang berbunga dan berbuah hanya sekali seumur hidupnya.
2.Pemahaman tentang monokarpa sangat penting dalam studi botani.
3.Tanaman bunga monokarpa sangat indah dan langka di alam liar.
4.Dalam proses fotosintesis, tanaman monokarpa hanya berbunga sekali.
5.Di alam tropis, tumbuhan monokarpa seringkali memiliki bentuk yang unik.

📚 Artikel terkait kata "monokarpa"

Mengenal Kata 'monokarpa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Monokarpa" - Sifat Tumbuhan yang Mengagumkan

Kata monokarpa mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tapi ternyata memiliki makna yang sangat menarik. Secara resmi, monokarpa berarti sifat tumbuhan yang setelah berbunga dan berbuah, lalu mati. Konsep ini sudah ada sejak lama dan dapat ditemukan di berbagai jenis tumbuhan di dunia. Tapi apa yang membuat monokarpa begitu istimewa? Dalam sejarah, sifat ini dapat melindungi tumbuhan dari serangan hama dan penyakit, karena setelah berbunga dan berbuah, tumbuhan tersebut akan mati dan tidak dapat menularkan penyakit ke tumbuhan lainnya. Ini berarti bahwa monokarpa memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan dan keseimbangan alam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menyebutkan contoh-contoh monokarpa dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Pohon durian memiliki sifat monokarpa, artinya setelah berbunga dan berbuah, tangkainya akan gugur dan tidak dapat dipanen lagi." Atau, "Tumbuhan bunga matahari juga memiliki sifat monokarpa, sehingga setelah berbunga, batangnya akan mati dan tidak dapat tumbuh kembali." Dalam budaya Indonesia modern, konsep monokarpa dapat dihubungkan dengan nilai-nilai kehidupan yang sederhana dan alami. Kita dapat belajar dari sifat monokarpa untuk menghargai dan menikmati keberadaan kita dalam alam, serta tidak mengharapkan kehidupan yang terus-menerus dan abadi. Dengan demikian, kita dapat hidup lebih harmonis dan berarti dengan alam sekitar.