Arti Kata "moralisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "moralisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

moralisme

mo·ral·is·me n filsafat yg menitikberatkan pd moral dan menganggap nilai kesusilaan sbg nilai yg paling luhur se-hingga kewajiban manusia terutama adalah menyelenggarakan nilai kesusilaan itu, sedangkan ilmu pengetahuan dsb menjadi tidak penting

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "moralisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "moralisme" dalam Kalimat

1.Paham moralisme yang berlebihan telah menyebabkan kurangnya kebebasan individu dalam masyarakat.
2.moralisme yang berbasis agama seringkali digunakan sebagai alat untuk mengontrol kehidupan pribadi orang lain.
3.Pada abad ke-19, paham moralisme menjadi sangat populer di kalangan intelektual Barat.
4.moralisme yang berlebihan dapat membuat seseorang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan.
5.Pendidikan yang berbasis moralisme dapat menimbulkan konflik dengan nilai-nilai individual.

📚 Artikel terkait kata "moralisme"

Mengenal Kata 'moralisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Moralisme" - Inspirasi dan Motivasi

Moralisme adalah konsep yang menitikberatkan pada nilai-nilai moral dan menganggapnya sebagai yang paling luhur. Dalam sejarah, konsep ini berkembang pada abad ke-17, ketika para penulis dan filsuf mulai menekankan pentingnya nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia. Moralisme seringkali dianggap sebagai satu sisi dari spektrum nilai, yang menekankan pentingnya mengikuti hukum alam dan kebiasaan sosial.

Contoh Penggunaan Kata Moralisme

Moralisme seringkali digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, "Masyarakat yang berorientasi pada moralisme cenderung menekankan pentingnya kesopanan dan tanggung jawab individu." Dalam konteks lain, "Moralisme religius seringkali dianggap sebagai pilar utama dalam menjaga nilai-nilai sosial dan kesusilaan." Contoh lain, "Moralisme dalam konteks politik seringkali digunakan untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak etis."

Relevansi Moralisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Moralisme memiliki relevansi yang besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan beragam, moralisme seringkali dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai sosial dan kesusilaan. Dalam konteks ini, moralisme dapat digunakan untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak etis, serta untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan sosial. Dengan demikian, moralisme dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan beradab.