Arti Kata "mufarik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mufarik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mufarik

mu·fa·rik Ar v menarik diri (memisahkan diri) dr jemaah atau masyarakat; berpisah dr

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mufarik"

📝 Contoh Penggunaan kata "mufarik" dalam Kalimat

1.Seorang yang mufarik tidak pernah hadir di acara-acara keluarga.
2.Pada masa lalu, masyarakat memiliki aturan ketat untuk mengidentifikasi orang-orang mufarik.
3.Ia memilih untuk mufarik dari kelompok sosialnya karena perbedaan pendapat.
4.Seorang ulama pernah mengatakan bahwa tidak ada kesalahan dalam memutuskan untuk mufarik, tetapi harus dilakukan dengan hati yang tulus.
5.Pada masa penjajahan, beberapa warga memilih untuk mufarik dari masyarakat untuk menghindari penganiayaan.

📚 Artikel terkait kata "mufarik"

Mengenal Kata 'mufarik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mufarik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mufarik" memiliki makna yang kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "menarik diri (memisahkan diri) dari jemaah atau masyarakat; berpisah dengan". Makna ini terkait erat dengan konsep keagamaan dan sosial dalam masyarakat Indonesia. Dalam sejarah, kata "mufarik" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memisahkan diri dari komunitas atau jemaah, seringkali karena alasan keagamaan atau filosofis. Mufarik adalah kata yang kompleks dan multifungsi. Ia dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari keagamaan hingga sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memilih untuk berpisah dari komunitas atau jemaah, seringkali karena perbedaan pandangan atau nilai-nilai. Misalnya, dalam kalimat "Ia memutuskan untuk menjadi mufarik karena perbedaan pandangan dengan jemaahnya", kata "mufarik" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memilih untuk berpisah dari komunitasnya. Atau dalam kalimat "Ia menjadi mufarik karena ingin mengejar cita-citanya sendiri", kata "mufarik" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memilih untuk berpisah dari komunitasnya untuk mengejar cita-citanya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mufarik" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam masyarakat Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memilih untuk berpisah dari komunitas atau jemaah, seringkali karena perbedaan pandangan atau nilai-nilai. Dengan demikian, kata "mufarik" menjadi salah satu kata yang penting dalam bahasa Indonesia, yang dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai konteks dan situasi dalam kehidupan sehari-hari.