Arti Kata "muhrim" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "muhrim" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

muhrim

1muh·rim n Isl 1 orang yg sedang mengerjakan ihram; 2 orang laki-laki yg dianggap dapat menjaga dan melindungi wanita yg melakukan ibadah haji dan/atau umrah

2muh·rim n Isl orang yg masih ada hubungan keluarga dekat sehingga terlarang menikah dengannya; mahram

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "muhrim"

📝 Contoh Penggunaan kata "muhrim" dalam Kalimat

1.Selama bulan Ramadhan, seorang muhrim harus mematuhi aturan tertentu untuk menjaga kesucian.
2.Selama melaksanakan ibadah haji, seorang muhrim harus mengenakan pakaian khusus yang sederhana.
3.Ketika melihat seorang muhrim yang sedang melakukan wukuf di Arafah, hati menjadi lapang.
4.Pendidik mengajarkan anak-anak tentang konsep muhrim dan pentingnya menjaga kesucian selama melaksanakan ibadah.
5.Di masyarakat, seorang muhrim dihormati karena telah memilih untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.

📚 Artikel terkait kata "muhrim"

Mengenal Kata 'muhrim' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Muhrim" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata muhrim memiliki makna yang khusus dalam konteks Islam, terutama terkait dengan ibadah haji dan umrah. Kata ini berasal dari kata "ihram", yang berarti orang yang sedang mengerjakan ibadah haji atau umrah. Dalam sejarah, konsep muhrim berkembang sebagai cara untuk menjaga dan melindungi wanita yang melakukan ibadah haji dan/atau umrah, terutama dari aspek sosial dan budaya. Penggunaan kata muhrim dapat dilihat dalam kalimat-kalimat alami, seperti: "Sebelum melakukan ibadah haji, saya harus mencari teman muhrim yang dapat menjaga saya selama perjalanan." Atau, "Kami memilih teman muhrim yang dapat membantu kami dalam menjalani ritual-ritual ibadah haji." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata muhrim digunakan untuk menjelaskan peran seseorang sebagai penjaga dan pelindung yang dapat diandalkan. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep muhrim masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi. Misalnya, dalam konteks sosial, kata muhrim dapat digunakan untuk menjelaskan peran seseorang sebagai teman atau keluarga yang dapat menjaga dan melindungi seseorang dalam keadaan sulit. Dalam konteks budaya, konsep muhrim dapat digunakan untuk menjelaskan peran seseorang sebagai pelindung dan penjaga dalam komunitas atau masyarakat.