Arti Kata "mulut manis mematahkan tulang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mulut manis mematahkan tulang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mulut manis mematahkan tulang

Peribahasa perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mulut manis mematahkan tulang"

📝 Contoh Penggunaan kata "mulut manis mematahkan tulang" dalam Kalimat

1.Peribahasa "mulut manis mematahkan tulang" sangat efektif dalam menggambarkan kekuatan kata-kata yang lemah lembut dalam berinteraksi dengan orang lain. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata tersebut:
2.Dalam konteks pendidikan, guru mengajarkan anak-anak untuk menggunakan "mulut manis mematahkan tulang" agar mereka dapat berkomunikasi efektif dengan teman-teman.
3.Istri menggunakan "mulut manis mematahkan tulang" untuk menghibur suaminya yang sedang sakit, sehingga dia dapat merasa lebih baik.
4.Seorang diplomat menggunakan "mulut manis mematahkan tulang" untuk menghindari konflik antara negara-negara yang berselisih pendapat.
5.Dalam dunia hukum, seorang pengacara menggunakan "mulut manis mematahkan tulang" untuk meyakinkan hakim untuk menilai kasusnya.

📚 Artikel terkait kata "mulut manis mematahkan tulang"

Mengenal Kata 'mulut manis mematahkan tulang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mulut Manis Mematahkan Tulang" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Historis

Kata "mulut manis mematahkan tulang" adalah peribahasa yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat menundukkan lawan atau orang lain dengan perkataan yang lemah lembut. Peribahasa ini telah lama dipakai dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia dan menjadi bagian dari warisan budaya kita. Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin dipakai untuk menggambarkan bagaimana para pejuang atau pemimpin dapat menenangkan lawan mereka dengan kata-kata yang sopan dan lembut, sehingga mereka menjadi lebih mudah dipengaruhi.

Contoh Penggunaan Kata "Mulut Manis Mematahkan Tulang"

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "mulut manis mematahkan tulang" dalam kalimat yang alami: * Saya menggunakan kata-kata lembut agar ibu tidak marah dengan saya. Akhirnya, ibu pun memaafkan saya, karena **mulut manis mematahkan tulang**. * Dalam perundingan dengan lawan bicara, saya menggunakan kata-kata yang sopan untuk tidak membuat mereka merasa tersinggung. Itulah mengapa **mulut manis mematahkan tulang**. * Saya tidak perlu menggunakan kekerasan untuk menundukkan lawan, cukup dengan **mulut manis mematahkan tulang**, mereka akan menyerah.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mulut manis mematahkan tulang" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam situasi-situasi tertentu, menggunakan kata-kata yang lembut dan sopan dapat membantu kita menyelesaikan masalah dengan lebih efektif. Selain itu, peribahasa ini juga dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk menggunakan kata-kata yang positif dan konstruktif dalam berkomunikasi. Dengan demikian, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan menciptakan suasana yang lebih harmonis.