Arti Kata "murka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "murka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

murka

mur·ka v sangat marah: ia sangat -- mendapat perlakuan spt itu;
me·mur·kai v memarahi: baginda - hambanya yg tidak patuh;
ke·mur·ka·an n perihal murka: segala - baginda ditumpahkan kpd para senapatinya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "murka"

📝 Contoh Penggunaan kata "murka" dalam Kalimat

1.Ibu sangat marah ketika anaknya tidak menyelesaikan tugasnya.
2.Guru memarahi siswa yang tidak mau berpartisipasi dalam diskusi.
3.Raja tersebut dituduh memiliki perilaku kejam dan murka terhadap rakyatnya.
4.Pada masa lalu, murka dan kekejaman Raja Salomo sangat terkenal di seluruh dunia.
5.Para ilmuwan telah meneliti tentang aspek kejiwaan yang menyebabkan seseorang mengalami murka.

📚 Artikel terkait kata "murka"

Mengenal Kata 'murka' - Inspirasi dan Motivasi

Menyingkapkan Makna "Murka" dalam Bahasa Indonesia

Kata "murka" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Secara umum, "murka" digunakan untuk menggambarkan perasaan marah atau kemarahan yang sangat kuat. Dalam konteks sejarah dan sosial, "murka" sering digunakan untuk menggambarkan reaksi dari raja atau penguasa terhadap tindakan yang dianggap tidak patut atau melanggar peraturan.

Contoh Penggunaan "Murka" dalam Kalimat

"Murka" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan perasaan marah yang sangat kuat. Contoh kalimatnya adalah: "Ia sangat murka ketika tahu bahwa anaknya telah melanggar peraturan sekolah." Dalam konteks ini, "murka" digunakan untuk menggambarkan perasaan marah yang sangat kuat dari orang tua terhadap anaknya. Contoh lainnya adalah: "Raja sangat murka ketika mengetahui bahwa hambanya telah melanggar perintahnya." Dalam kalimat ini, "murka" digunakan untuk menggambarkan reaksi dari raja terhadap tindakan hambanya yang tidak patut.

Relevansi "Murka" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, "murka" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita merasa teraniaya atau dipermalukan, kita mungkin akan merasa murka dan ingin menuntut balas. Dalam budaya Indonesia modern, "murka" masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat "Saya sangat murka ketika melihat anaknya tidak rajin belajar." Dalam konteks ini, "murka" digunakan untuk menggambarkan perasaan marah yang sangat kuat dari orang tua terhadap anaknya yang tidak rajin belajar. Dalam kesimpulan, "murka" adalah kata yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah dan sosial, "murka" digunakan untuk menggambarkan reaksi dari raja atau penguasa terhadap tindakan yang dianggap tidak patut atau melanggar peraturan. Dalam kehidupan sehari-hari, "murka" masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat "Saya sangat murka ketika melihat anaknya tidak rajin belajar."