Arti Kata "najis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "najis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

najis

na·jis 1 a Isl kotor yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kpd Allah, spt terkena jilatan anjing: tempat yg --; makanan yg --; 2 n kotoran (tinja, air kencing); 3 a cak jijik: aku -- mendengar perkataan itu;
membasuh -- dng malu, pb
membuang malu dng jalan yg lebih hina;
-- berat najis yg hukumnya diberatkan (spt anjing dan babi); -- besar tinja; -- kecil air kencing; -- ringan najis yg hukumnya diringankan, spt air kencing bayi laki-laki yg belum makan dan belum minum, selain air susu ibu (di bawah umur dua tahun);
me·na·jis·kan v 1 menjadikan najis (kotor, cemar); mengotorkan; mencemarkan: ~ tempat yg suci; 2 menganggap najis; menyatakan sbg najis: ~ hewan; ~ anjing;
ke·na·jis·an n kekotoran; kecemaran

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "najis"

📝 Contoh Penggunaan kata "najis" dalam Kalimat

1.Di sekitar masjid, tidak boleh ada tempat najis.
2.Karena terkena jilatan anjing, aku harus mandi terlebih dahulu sebelum beribadah.
3.Makanan yang tidak layak dikonsumsi akan dianggap sebagai makanan najis.
4.Para ulama bersepakat bahwa anjing adalah hewan najis.
5.Kami harus mengurangi kebanyakan najis di lingkungan untuk menjaga kebersihan.

📚 Artikel terkait kata "najis"

Mengenal Kata 'najis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Najis" - Makna dan Contoh Penggunaan

Kata "najis" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Arab dan memiliki arti "kotor" atau "cemar". Dalam konteks Islam, kata najis memiliki makna yang lebih spesifik, yaitu kotoran atau cemaran yang dapat membuat seseorang tidak dapat beribadah kepada Allah. Hal ini dapat terjadi jika seseorang terkena jilatan anjing atau makanan yang telah terkontaminasi dengan kotoran. Dalam kehidupan sehari-hari, kata najis sering digunakan untuk menggambarkan keadaan yang kotor atau tidak seimbang. Misalnya, "Tempat itu menjadi -- karena terkena sampah" atau "Makanan itu -- karena terkontaminasi dengan bahan kimia". Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik yang tidak seimbang, seperti "Aku -- mendengar perkataan itu" atau "Dia -- karena terlalu banyak bekerja". Dalam budaya Indonesia modern, kata najis memiliki makna yang lebih luas lagi. Dalam konteks ini, kata najis dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak seimbang atau tidak harmonis. Misalnya, "Hubungan antara suami istri menjadi -- karena perbedaan pendapat" atau "Kota ini menjadi -- karena polusi udara". Dalam konteks ini, kata najis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak seimbang atau tidak harmonis, bukan hanya kotor atau cemar. Dalam penggunaannya, kata najis memiliki beberapa variasi, seperti *najis* (kotor), *ke*-*najis*-an* (kekotoran), dan *me*-*najis*kan* (menjadikan kotor). Kata ini juga dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti kehidupan sehari-hari, budaya, dan agama. Dalam keseluruhan, kata najis merupakan kata yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, karena dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang kotor, tidak seimbang, atau tidak harmonis.