Arti Kata "neokolonialisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neokolonialisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neokolonialisme

ne·o·ko·lo·ni·al·is·me /néokolonialisme/ n kolonialisme cara baru (msl penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yg terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neokolonialisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "neokolonialisme" dalam Kalimat

1.Dalam konteks ekonomi, neokolonialisme dapat terjadi melalui investasi asing yang tidak seimbang. Pendidikan perlu mengajarkan generasi muda tentang dampak neokolonialisme pada kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "neokolonialisme"

Mengenal Kata 'neokolonialisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neokolonialisme" - Fenomena Baru dalam Dunia Internasional

Kata "neokolonialisme" sering muncul dalam percakapan tentang hubungan antarnegara, terutama dalam konteks ekonomi dan politik. Namun, apa sebenarnya makna kata ini? Neokolonialisme adalah bentuk kolonialisme baru yang tidak lagi menggunakan metode penjajahan fisik, melainkan dengan cara mengikat peraturan dan kondisi yang tidak adil bagi negara-negara tertentu. Dalam konteks sejarah, kolonialisme klasik telah berlalu, tetapi neokolonialisme masih terus berkembang. Negara-negara maju sering menggunakan ekonomi global untuk menjajah negara-negara lain dengan cara memasukkan peraturan yang tidak adil dan mengikat. Contohnya adalah ketika suatu negara maju memasukkan peraturan perdagangan yang tidak adil untuk menguntungkan produknya sendiri, sehingga negara lain tidak bisa bersaing. Contoh penggunaan kata neokolonialisme dalam kalimat yang alami adalah: "Kebijakan perdagangan yang diimpor dari negara maju tersebut dianggap sebagai bentuk neokolonialisme yang ingin memiskinkan negara kita." Atau, "Kita harus berhati-hati dari neokolonialisme yang berupa investasi asing yang tidak adil." Neokolonialisme bukan hanya masalah antarnegara, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ekonomi, neokolonialisme dapat terjadi dalam bentuk bantuan asing yang terlalu mengikat, sehingga masyarakat tidak bisa mandiri. Dalam konteks budaya, neokolonialisme dapat terjadi dalam bentuk penetrasi budaya asing yang tidak adil, sehingga mengancam identitas budaya lokal.