Arti Kata "neraca yang palingan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neraca yang palingan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neraca yang palingan

Peribahasa sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neraca yang palingan"

📝 Contoh Penggunaan kata "neraca yang palingan" dalam Kalimat

1.Pengadilan dianggap memiliki neraca yang palingan dalam menangani kasus korupsi.
2.Hakim tersebut dikenal memiliki neraca yang palingan dalam memberikan putusan.
3.Seiring waktu, pengadilan telah meningkatkan kemampuan untuk memiliki neraca yang palingan dalam menangani kasus-kasus.
4.Dalam peradilan, hakim yang memiliki neraca yang palingan dianggap sebagai model yang patut ditiru.
5.Dalam konteks hukum, keputusan hakim yang memiliki neraca yang palingan dianggap sebagai contoh yang baik.

📚 Artikel terkait kata "neraca yang palingan"

Mengenal Kata 'neraca yang palingan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neraca yang Palingan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "neraca yang palingan" adalah salah satu peribahasa yang sangat populer di Indonesia. Dalam artinya, **neraca yang palingan** mengacu pada seseorang yang sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan, tanpa memihak kepada siapa pun. Makna ini sangat relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses hukum dan pengadilan. Peribahasa ini memiliki konteks historis yang menarik. Dalam masa lalu, kata **neraca yang palingan** digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki integritas tinggi dan tidak dapat dibeli dengan uang atau kekuasaan. Mereka yang memiliki **neraca yang palingan** sangat dihargai oleh masyarakat, karena mereka dapat memberikan keadilan yang sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **neraca yang palingan** dapat digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, "Dia adalah hakim yang memiliki **neraca yang palingan**, karena selalu memberikan keputusan yang adil dan tidak memihak." atau "Dia sangat adil dalam memberikan hukuman, memiliki **neraca yang palingan** yang sangat tinggi." Dalam kehidupan modern, kata **neraca yang palingan** masih relevan dan sangat penting. Dalam era demokrasi, keadilan dan kejujuran sangat diutamakan. Maka dari itu, seseorang yang memiliki **neraca yang palingan** sangat dihargai dan dijadikan contoh bagi masyarakat. Dengan memiliki **neraca yang palingan**, seseorang dapat memberikan keadilan yang sebenarnya dan menjadi contoh bagi orang lain.