Arti Kata "neurolinguistik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "neurolinguistik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

neurolinguistik

neu·ro·li·ngu·is·tik /néurolinguistik/ n ilmu tt hubungan antara bahasa dan saraf otak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "neurolinguistik"

📝 Contoh Penggunaan kata "neurolinguistik" dalam Kalimat

1.Dalam lingkungan akademis, penelitian neurolinguistik membantu memahami proses belajar bahasa.
2.Dosen psikologi berbicara tentang prinsip-prinsip dasar neurolinguistik dalam kelas kuliah.
3.Bahasa yang digunakan seseorang dipengaruhi oleh struktur otak dan proses neurolinguistik yang kompleks.
4.Ilmu neurolinguistik telah membantu dokter penyakit otak untuk memahami hubungan antara bahasa dan kecerdasan.
5.Penggunaan teknologi telah meningkatkan kemampuan analisis dalam ilmu neurolinguistik dan aplikasinya dalam pendidikan.

📚 Artikel terkait kata "neurolinguistik"

Mengenal Kata 'neurolinguistik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Neurolinguistik" - Ilmu Pengetahuan yang Menghubungkan Bahasa dan Saraf Otak

Neurolinguistik adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara bahasa dan saraf otak. Ilmu ini berusaha untuk memahami bagaimana bahasa diproses dan disimpan di otak, serta bagaimana komunikasi bahasa dapat mempengaruhi perilaku dan emosi seseorang. Neurolinguistik memiliki latar belakang historis yang panjang, mulai dari penelitian awal yang dilakukan oleh filsuf seperti Plato dan Aristoteles, hingga penelitian moderen yang menggunakan teknologi canggih seperti fMRI dan EEG. Neurolinguistik memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika Anda mendengar suara suara bahasa yang familiar, otak Anda akan langsung mengenali dan menginterpretasikan makna dari kata-kata tersebut. Hal ini disebabkan oleh kerja sama yang intensif antara otak dan sistem saraf yang terkait dengan bahasa. Misalnya, "Ketika saya mendengar kata 'rumah', saya langsung ingat akan gambaran visual dari tempat tinggal saya". Contoh lainnya adalah, "Saya merasa sedih ketika mendengar kata 'perpisahan', karena saya tahu bahwa itu berarti saya harus meninggalkan teman yang saya cintai". Dalam budaya Indonesia modern, neurolinguistik memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks pendidikan, penggunaan teknologi seperti aplikasi pembelajaran online dapat membantu mengoptimalkan proses belajar dan mengingat. Dalam konteks komunikasi, penggunaan bahasa yang efektif dan efisien dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, penelitian neurolinguistik dapat membantu memahami bagaimana bahasa dapat mempengaruhi perilaku dan emosi seseorang, sehingga dapat digunakan untuk membuat strategi pemasaran yang lebih efektif. Dengan demikian, neurolinguistik dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan komunikasi seseorang.