Arti Kata "ngeden" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ngeden" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ngeden

nge·den v cak menahan napas (ketika hendak buang air dsb); mengejan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ngeden"

📝 Contoh Penggunaan kata "ngeden" dalam Kalimat

1.Siswa perlu menahan napas dengan baik untuk melatih kemampuan ngeden.
2.Mengalami sakit perut yang luar biasa membuatku ngeden selama perjalanan.
3.Dalam latihan olahraga tersebut, atlet harus bisa menahan napas dan ngeden dengan baik.
4.Menahan napas dan ngeden sebelum melakukan gerakan olahraga sangat penting bagi atlet.
5.Guru membantu siswa untuk lebih baik dalam menguasai teknik ngeden yang tepat.

📚 Artikel terkait kata "ngeden"

Mengenal Kata 'ngeden' - Inspirasi dan Motivasi

Arti "Ngeden" dalam Bahasa Indonesia

Menahan Napas dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "nge·den" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang cukup luas. Dalam arti resmi, "nge·den v cak" berarti menahan napas, biasanya ketika hendak buang air atau dalam situasi yang tidak nyaman. Dalam konteks sejarah, kata ini telah digunakan dalam bahasa Jawa kuno, menunjukkan bahwa perilaku menahan napas bukanlah fenomena modern.

Contoh Penggunaan "Ngeden" dalam Kalimat

Ketika sedang berusaha untuk buang air, seorang pria mungkin akan menahan napas dengan cara "nge·den" untuk menghindari suara yang tidak nyaman. Dalam konteks yang lebih santai, seorang anak mungkin akan menahan napas sambil menunggu waktu untuk bermain di permainan "nge·den" dengan temannya. Seorang wanita, yang sedang berusaha untuk menenangkan diri, mungkin akan menahan napas dalam waktu singkat dengan cara "nge·den" untuk menghilangkan stres.

Budaya Indonesia dan "Ngeden" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia, menahan napas atau "nge·den" seringkali dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa daerah, menahan napas dianggap sebagai cara untuk menunjukkan ketabahan atau kesabaran. Dalam beberapa kasus, perilaku ini juga dianggap sebagai cara untuk menghindari stres atau kecemasan. Bagaimanapun, "nge·den" tetap menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan emosi dan perilaku kita dengan lebih jelas.