Arti Kata "per" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "per" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

per

1per num tiap-tiap: mobil ini dapat mencapai seratus lima puluh kilometer -- jam;
-- kapita rata-rata setiap orang

2per p demi (satu-satu): satu -- satu mereka masuk ke kelas

3per p mulai; sejak: peraturan itu berlaku -- 1 April tahun ini

4per p bagi (dl angka pecahan): dua -- lima; tiga -- empat

5per p dng (memakai, menggunakan, dsb): dia menghubungi saudaranya -- telepon; Anda dapat mengirim uang -- wesel pos

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "per"

📝 Contoh Penggunaan kata "per" dalam Kalimat

1.Masing-masing siswa harus membawa per peta sekolah ke rumah.
2.Sekarang, setiap orang harus memiliki per hak untuk berpendapat.
3.Gaji rata-rata per pekerja di perusahaan ini sangat rendah.
4.Setiap mobil harus dilengkapi per lampu rem yang berfungsi dengan baik.
5.peraturan permainan sepak bola harus dipahami oleh semua pemain.

📚 Artikel terkait kata "per"

Mengenal Kata 'per' - Inspirasi dan Motivasi

Kata "Per" dalam Bahasa Indonesia: Makna dan Konteks

Kata "per" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat penting dalam berbagai konteks, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam penulisan formal. Dalam arti resmi, **kata "per"** berarti "1 per num tiap-tiap:" yang dapat digunakan untuk menggambarkan jumlah atau proporsi tertentu. Misalnya, "mobil ini dapat mencapai seratus lima puluh kilometer per jam" atau "kapita rata-rata setiap orang". Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "per" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda, ketika bahasa Indonesia masih dalam proses perkembangannya. Pada saat itu, kata "per" digunakan untuk menggambarkan hubungan antara dua kata, seperti "per orang" atau "per meter". Dengan berkembangnya bahasa Indonesia, kata "per" menjadi lebih umum digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam komunikasi sehari-hari dan penulisan formal. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "per" dalam kalimat yang alami: * "Toko ini menjual pulsa per kilowatt hour dengan harga Rp 1.000." * "Kapal ini dapat membawa 500 pasien per hari." * "Gaji rata-rata per bulan adalah Rp 5.000.000." Kata "per" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks ekonomi dan bisnis. Misalnya, ketika seseorang ingin memesan pulsa, dia perlu mengetahui harga per kilowatt hour. Atau, ketika perusahaan ingin memperkirakan kebutuhan bahan baku, mereka perlu menghitung proporsi per unit. Dalam budaya Indonesia modern, kata "per" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam komunikasi sosial dan politik.