Arti Kata "okok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "okok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

okok

okok a lokek; kikir; bakhil; kedekut: hemat pangkal kaya, tetapi -- suatu cela

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "okok"

📝 Contoh Penggunaan kata "okok" dalam Kalimat

1.Dia selalu berpikir dengan okok dalam membeli barang-barang.
2.Sifat okok ayah membuat kami tidak pernah tahu apa yang akan terjadi setiap minggu.
3.Dalam pelajaran ekonomi, kami membahas tentang okok sebagai perilaku yang tidak baik.
4.Ayahnya memang okok, tapi setidaknya ia tidak pernah meminta uang pinjaman dari kami.
5.Karena sifat okoknya, ibu tidak pernah mau membeli barang-barang mewah.

📚 Artikel terkait kata "okok"

Mengenal Kata 'okok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "okok" - Sifat yang Menginspirasi dan Mengajarkan

Kata "okok" sering kali digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan sifat orang yang sangat hemat atau bakhil. Namun, ada juga makna lain dari kata ini yang lebih dalam dan kompleks. Dalam konteks historis, kata "okok" memiliki asal dari bahasa Melayu, yang berarti "kikir" atau "bakhil". Sifat ini sering kali dianggap sebagai cela, karena orang yang "okok" dianggap tidak mau berbagi atau tidak mau mengeluarkan biaya.

Contoh Penggunaan Kata "okok" dalam Kalimat

Orang tua saya adalah orang okok, mereka selalu ingin menyimpan uang dan tidak mau mengeluarkan biaya yang tidak perlu. Padahal, mereka memiliki banyak uang yang dapat digunakan untuk berbagi dengan orang lain. Saya sering kali merasa frustrasi dengan perilaku mereka, namun saya juga mengerti bahwa mereka memiliki motivasi untuk menyimpan uang. Mereka ingin meninggalkan warisan yang baik bagi saya dan keluarga saya. Kata "okok" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam bisnis atau keuangan. Seorang okok adalah orang yang sangat hemat dalam mengelola keuangan, mereka selalu ingin menghemat uang dan tidak mau mengeluarkan biaya yang tidak perlu. Namun, sifat ini dapat menjadi kelemahan jika tidak diimbangi dengan keterampilan lain.

Relevansi Kata "okok" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sifat "okok" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari kita di Indonesia. Banyak orang yang masih memiliki sifat bakhil dan tidak mau berbagi dengan orang lain. Namun, sifat ini juga dapat menjadi kekuatan jika diimbangi dengan keterampilan lain. Sebagai contoh, seorang pengusaha yang okok dapat menjadi sangat sukses dalam bisnisnya karena mereka dapat menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi.