Arti Kata "oposan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "oposan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

oposan

opo·san n orang atau golongan oposisi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "oposan"

📝 Contoh Penggunaan kata "oposan" dalam Kalimat

1.Pada sidang parlemen, oposan menanyakan kebijakan pemerintah terkait inflasi.
2.Karena saya tidak setuju dengan kebijakan sekolah, saya menjadi oposan dalam rapat guru.
3.Pada pertemuan bisnis, perusahaan menjadi oposan karena memiliki kepentingan yang berbeda.
4.Pada perebutan kekuasaan, calon presiden tersebut dihadang oleh beberapa oposan yang kuat.
5.Dalam novel itu, tokoh utama menjadi oposan yang berjuang melawan pemerintah tiran.

📚 Artikel terkait kata "oposan"

Mengenal Kata 'oposan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "oposan" - Inspirasi dan Motivasi

Oposan, sebuah kata yang sering digunakan dalam konteks politik, namun maknanya lebih luas dari itu. Dalam arti resmi, oposan adalah orang atau golongan yang menentang atau berlawanan dengan pemerintah atau kebijakan yang berlaku. Namun, dalam konteks sehari-hari, oposan dapat diartikan sebagai orang yang memiliki pendapat atau pandangan yang berbeda dari mayoritas. Dalam sejarah Indonesia, peran oposan sangat penting dalam perubahan politik dan sosial. Mereka yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah pada masa lalu sering kali dianggap sebagai oposan. Contohnya, tokoh seperti Hatta dan Sutan Sjahrir yang menentang kebijakan pemerintah Jepang pada masa Perang Dunia II. Mereka dianggap sebagai oposan karena tidak setuju dengan kebijakan penyerahan kemerdekaan Indonesia kepada Jepang. Oposan juga dapat dilihat dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang tidak setuju dengan kebijakan sekolah tentang wajib belajar bahasa Inggris dapat dianggap sebagai oposan. Atau, seseorang yang menentang kebijakan pemerintah tentang pembangunan jalan raya dapat dianggap sebagai oposan. Dalam budaya Indonesia modern, oposan sering kali dianggap sebagai orang yang berani berbeda dan tidak takut untuk menentang kebijakan yang tidak adil. Dalam kesimpulan, kata oposan memiliki makna yang lebih luas dari hanya politik. Mereka yang tidak setuju dengan kebijakan atau pandangan yang berlaku dapat dianggap sebagai oposan. Dalam kehidupan sehari-hari, oposan dapat dilihat sebagai orang yang berani berbeda dan tidak takut untuk menentang kebijakan yang tidak adil.