Arti Kata "pangeran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pangeran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pangeran

pa·nge·ran /pangéran/ n gelar anak raja atau gelar orang besar dl kerajaan (keluarga raja)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pangeran"

📝 Contoh Penggunaan kata "pangeran" dalam Kalimat

1.pangeran mahkota telah dinobatkan sebagai raja baru oleh masyarakat.
2.Rumah pangeran di kerajaan diberi perawatan yang sangat rinci.
3.Dalam cerita rakyat, pangeran yang tampan jatuh cinta dengan seorang gadis kecil.
4.Pendidikan di sekolah menengah kejuruan membahas gelar pangeran dalam sejarah.
5.pangeran tampan itu tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi calon pewaris takhta.

📚 Artikel terkait kata "pangeran"

Mengenal Kata 'pangeran' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pangeran" - Garis Besar Sejarah dan Makna

Kata pangeran merupakan gelar yang diberikan kepada anak-anak raja atau gelar yang diberikan kepada orang-orang terkemuka di dalam kerajaan. Gelar ini telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia, terutama pada masa kerajaan-kerajaan di Jawa dan Sumatra. Pangeran seringkali dianggap sebagai pewaris tahta dan memiliki kekuasaan di dalam kerajaan.

Contoh penggunaan kata pangeran dalam kalimat yang alami adalah: "Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional Indonesia yang pernah melawan Belanda pada abad ke-19." Atau, "Pangeran Adipati Makusari adalah seorang pejuang yang pernah bergabung dengan pasukan Diponegoro." Dalam kedua contoh tersebut, gelar pangeran digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh di dalam kerajaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, gelar pangeran masih digunakan sebagai simbol kehormatan dan kekuasaan. Namun, dalam budaya Indonesia modern, gelar ini tidak lagi memiliki makna yang sama seperti pada masa lalu. Banyak orang Indonesia yang menggunakan gelar pangeran sebagai nama panggilan atau gelar kehormatan yang tidak terkait dengan kekuasaan politik. Dengan demikian, gelar pangeran telah berubah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang lebih inklusif dan toleran.