Arti Kata "paralipsis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "paralipsis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

paralipsis

pa·ra·lip·sis n alat untuk menyatakan bahwa pembicara tidak mengucapkan apa yg diucapkan dl kalimat itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "paralipsis"

📝 Contoh Penggunaan kata "paralipsis" dalam Kalimat

1.Kami tidak akan membahas tentang isu tersebut karena memang sudah jelas.
2.Pengajar tidak perlu menjelaskan secara rinci tentang cara menghitung luas segitiga karena sudah diajarkan sebelumnya.
3.Banyak orang tidak mengerti mengapa film itu tidak sukses karena mereka tidak pernah menontonnya sendiri.
4.Pemimpin negara tidak perlu menjelaskan mengapa kebijakan ekonomi sedang diperbarui karena sudah dibahas dalam rapat kabinet.
5.Dalam novel itu, penulis tidak menjelaskan tentang asal-usul karakter karena dianggap sudah diketahui oleh pembaca.

📚 Artikel terkait kata "paralipsis"

Mengenal Kata 'paralipsis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Paralipsis" - Alat Pengungkapan yang Menarik

Kata "paralipsis" mungkin masih asing bagi sebagian orang, tapi apakah Anda sudah pernah menggunakan kata ini dalam berbicara atau menulis? Paralipsis adalah alat pengungkapan yang digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara tidak mengucapkan apa yang diucapkan dalam kalimat itu. Dalam konteks historis, paralipsis memiliki latar belakang yang kompleks dan telah digunakan dalam berbagai bentuk sastra dan bahasa di seluruh dunia. Paralipsis memiliki makna yang unik dan dapat digunakan untuk menciptakan efek humor, ironi, atau bahkan untuk mengungkapkan kebenaran yang tidak ingin dikatakan secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, paralipsis dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti dalam berbicara dengan teman atau keluarga, maupun dalam menulis artikel atau buku. Berikut beberapa contoh penggunaan paralipsis dalam kalimat yang alami: * "Aku tidak bilang kamu bodoh, tapi... (dengan nada humor)". * "Aku tidak mengatakan kamu salah, tapi... (dengan nada ironis)". * "Aku tidak mengatakan itu benar, tapi... (dengan nada mengungkapkan kebenaran)". Paralipsis memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam berbicara dengan orang lain, kita seringkali menggunakan paralipsis untuk menghindari konflik atau untuk menciptakan efek humor. Namun, perlu diingat bahwa paralipsis juga dapat digunakan untuk mengungkapkan kebenaran yang tidak ingin dikatakan secara langsung. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan paralipsis dengan bijak dan menyesuaikan dengan konteks dan audiens yang relevan.